Mustafa Kamal; *Kisah Kerajaan Nepo, Barru - Sulawesi Selatan* Pernah Dipimpin Oleh 40 Raja. Sekarang jadi desa wisata Kampung Habibie Kecil (B.J. Habibie: Presiden RI ke-3)

             

Foto Foto Mustafa Kamal: Pemerhati Sejarah, Adat, budaya & situs Arkeolog Celebes


Kerajaan Nepo adalah  salah satu dari 4 kerajaan asli yang sekarang jadi Kabupaten Barru. 3 lainnya: Tanete, Barru/Berru, dan Soppeng Riaja.

*1. Awal Mula: Arung Patappuloe "40 Raja"*
Awalnya Nepo dipimpin oleh sistem unik namanya *Arung Patappuloe* - 40 raja yang memerintah bersamaan abad ke-16.
40 orang ini satu rumpun keluarga, keturunan Puang Pitue. Bayangin aja, tiap ada hajatan kerajaan tetangga jadi repot karena 40 raja itu kedudukannya setara semua. 

*2. Datangnya Raja Pertama: Labongngo*
Karena repot, Datu Suppa mengusulkan anaknya bernama *Labongngo* jadi raja tunggal. Arung Patappuloe setuju.
Labongngo ini putra bangsawan Suppa. Dia yang jadi raja pertama Nepo dan memerintah dengan arif sampai akhir hayatnya. Tapi dia tidak punya keturunan. 

*3. Perkembangan Abad 16*
Kerajaan Nepo berkembang pesat sekitar abad 16, bertepatan saat Raja Gowa Tunipallangga Ulaweng lagi ekspansi.
Pendirinya disebut Baso Tungke, putra Pajung Luwu To Palaguna.
Nepo waktu itu jadi kerajaan passijiangeng - kerajaan pesisir barat yang jadi penghubung perdagangan antara Sidenreng, Suppa, dan Sawitto. 

*4. Zaman Belanda & Lahirnya Mallusetasi*
Masuk abad 20, Belanda mulai kuasai Sulawesi Selatan. Di tahun 1906, Kerajaan Nepo digabung dengan Soreang, Bacukiki, dan Bojo jadi *Konfederasi Mallusetasi*.
Raja pertama Mallusetasi adalah Andi Simatana dari Nepo. 

Tapi kedaulatan Nepo menurun. Statusnya berubah dari kerajaan berdaulat penuh jadi berada di bawah kontrol Hindia Belanda. 

*5. Akhir Kerajaan*
Zaman Jepang masuk, Mallusetasi tetap ada. Setelah Indonesia merdeka, Mallusetasi jadi wilayah swapraja.
Tahun 1959 lewat UU No. 29, Mallusetasi, Tanete, Barru, dan Soppeng Riaja dilebur jadi *Kabupaten Barru*.
Raja terakhir Andi La Calo berhenti memerintah tahun 1960. Sejak itu Nepo jadi desa di Kec. Mallusetasi, Barru. 

*Hal unik dari Nepo:*
- Pernah dipimpin 40 raja sekaligus - sistem yang tidak pernah  ada di Tanah Bugis bahkan di dunia. 
- Nepo dan Soppeng Riaja disebut "satu raja dua rakyat" karena sering rajanya orang yang sama. 
- Lokasinya di Desa Nepo, Kec. Mallusetasi, Barru. Sekarang jadi desa wisata Kampung Habibie Kecil (B.J. Habibie: Presiden RI ke-3)

Jadi garis besarnya: Nepo awalnya republik 40 raja → jadi kerajaan tunggal di bawah Labongngo → gabung jadi Mallusetasi → dilebur jadi Kabupaten Barru. (Bersambung)

       


Pewarta  : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

Vra

u In
o iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

  


Posting Komentar

0 Komentar