Mustafa Kamal: *Sejarah La Makkarumpa Daeng Parani - Raja Tallo ke-18*

             Mengupas Sejarah Bugis Makassar

Foto Mustafa Kamal: Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Celebes


Mustafa Kamal: *Sejarah La Makkarumpa Daeng Parani - Raja Tallo ke-18*

La Makkarumpa Daeng Parani Raja Tallo ke-18 yang memerintah tahun *1850-1856*. 

*Hubungannya dengan Tallo dan Lipukasi*

- La Makkarumpa awalnya ditunjuk oleh Kerajaan Tanete untuk memerintah *Lipukasi* yang waktu itu kerajaan bawahan Tanete. 

- Selain jadi Raja Lipukasi, beliau juga diangkat jadi Raja Tallo di Makassar. Jadi beliau merangkap 2 jabatan.

- Gelar anumertanya *Matinroe ri Lipukasi*. 

*Masa Pemerintahan di Tallo*

Memerintah Tallo selama 6 tahun, 1850-1856.

Tahun 1856, setelah Belanda melakukan penggabungan, Kerajaan Tallo dilebur ke Gowa. Beliau lalu fokus memerintah di Lipukasi, Barru.

*Perang Lipukasi "Rumpa’na Lipukasi"*

Peristiwa paling terkenal di masa beliau adalah *Perang Lipukasi* melawan Kerajaan Tanete. 

Penyebabnya: La Makkarumpa melontarkan kata cinta ke We Tenriolle yang saat itu memerintah Tanete. Di mata kerabat We Tenriolle, itu dianggap penghinaan. 

Perangnya terjadi di Sungai Bottoe. Pasukan Tanete terbagi 2:

- Pasukan Tanete Rilau dipimpin La Pasarai

- Pasukan Lompo Riaja dipimpin La Manda Arung Kading

Akhirnya Tanete menang di bawah pimpinan We Tenriolle. 

*Wafat dan Makam*

Setelah perang, La Makkarumpa wafat dan dimakamkan di *Lipukasi, Barru*. 

Lokasi makam: JL. Lapatau, Desa Lipukasi, Kec. Tanete Rilau, Barru.

Makamnya berbentuk kotak batu persegi, tapi sekarang kondisinya kurang terurus dan ditumbuhi rumput ilalang. 

*Urutan di Silsilah Tallo*

Dalam silsilah, beliau tercatat sebagai Raja Tallo ke-18.

Raja Tallo sebelumnya yang terkenal:

- Raja ke-3: I Mangngayoang Daeng Parani 

- Raja ke-10: I Mappaiyo Daeng Mannyauru Sultan Harun Al Rasyid 

Jadi singkatnya: La Makkarumpa Daeng Parani itu raja Tallo terakhir sebelum dilebur Belanda, sekaligus Raja Lipukasi yang terlibat perang saudara dengan Tanete karena masalah cinta.

La Makkarumpa Daeng Parani*, Raja Tallo ke-18 yang memerintah tahun 1850 sampai 1856.

Beliau unik, karena merangkap dua jabatan. Selain jadi Raja Tallo di Makassar, La Makkarumpa juga ditunjuk memerintah Lipukasi yang waktu itu kerajaan bawahan Tanete.

Masa pemerintahannya diwarnai peristiwa besar: *Perang Lipukasi*. Perang ini pecah karena kata cinta La Makkarumpa ke We Tenriolle, Ratu Tanete, dianggap penghinaan oleh kerabatnya. Perang terjadi di Sungai Bottoe, dan Tanete yang keluar sebagai pemenang.

Tahun 1856, Kerajaan Tallo dilebur ke Gowa oleh Belanda. La Makkarumpa kembali ke Lipukasi, dan wafat di sana.

Sekarang makam beliau ada di Jalan Lapatau, Desa Lipukasi, Kecamatan Tanete Rilau, Barru. Sayangnya, makam raja Tallo terakhir ini masih kurang terurus dan ditumbuhi rumput ilalang. (Bersambung)

         

Pewarta  : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

Vra

u In
o iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

  


Posting Komentar

0 Komentar