Mustafa Kamal; Situs purba Bugis yang ditemukan oleh arkeolog Di Sulawesi dan seluruh wilayah nusantara

             

Mustafa Kamal

Situs purba Bugis yang ditemukan arkeolog tersebar cukup luas di Nusantara, karena orang Bugis sejak dulu dikenal sebagai pelaut dan pedagang. Jejaknya paling banyak ditemukan di kompleks makam, nisan, dan permukiman pelabuhan lama.

di Kabupaten Barru juga cukup banyak, . Barru itu daerah Bugis tua, jadi jejak megalitik, makam kuno, dan industri alat batu banyak ditemukan dan masih ada beberapa tempat yang diduga adalah situs kuno yang belum tercatat seperti dugaan situs makam kuno yang ada di daerah Mattoanging Desa Kiru-Kiru Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru.

Berikut temuan utama berdasarkan hasil penelitian arkeologi:

Situs purba dan cagar budaya.

Ini yang sudah dicatat arkeolog:

*1. Situs Megalitik & Prasejarah*

- *Sumpang Ralla / Makam Megalitik Sumpang Ralla*

  Lokasi: Desa Ralla, Kel. Lompo Riaja, Kec. Tanete Riaja

  Makam besar dengan nisan menhir, bagian dari tradisi megalitik Barru. Penduduk menyebutnya "Tampung Lebba'e". 

- *Situs Cap Telapak Tangan*

  Lokasi: Lingkungan Ralla, Kel. Lompo Riaja, Kec. Riaja

  Temuan cap tangan di pemukiman padat, berjarak ±200m dari Sumpang Ralla. 

- *Situs Campe*

  Lokasi: Lingkungan Jalanru, Kel. Tanete Riaja

  Bekas industri pembuatan alat batu. Banyak ditemukan batu inti dan serpihan alat batu kering.

- *Batu Kappalak & Batu Mallopie*

  Lokasi: Bukit Sajang, Kec. Tanete Riaja dan Sungai Ralla

  Batu berbentuk bahtera yang dikaitkan dengan kisah Sawerigading. Batu Mallopie panjang 15m, lebar 4m, tinggi 3m. Di sekitarnya ada 7 batu lain yang disebut "bahtera membatu". 

Foto; Makam La Patau Matinroe ri Salomoni*

  Lokasi: Desa Lipukasi, Kec. Tanete Rilau Kab Barru, Sulawesi selatan.

- *Situs Batu Gores & Batu Dakon Mattirowalie*

  Lokasi: Desa Parenring, Mattirowalie, Kec. Tanete Riaja 

- *Kompleks Megalitik Bulu Kaili*

  *Situs Ajjanenge* Kec. Barru 

*2. Kompleks Makam Kuno & Nisan Arca*

Banyak makam raja dan bangsawan Bugis di Barru dengan nisan arca khas:

- *Kompleks Makam Raja-raja Nepo*

  Lokasi: Desa Pattanroangnge, Nepo, Kec. Mallusetasi. Ditemukan nisan arca. 

- *Situs Makam Kuno Allakkang*

  Lokasi: Desa Manuba, Kec. Mallusetasi 

- *Makam We Tenri Olle, We Pancaitana, La Maddusila*

  Lokasi: Desa Pancana, Kec. Tanete Rilau. Inskripsinya sudah diteliti Unhas.

- *Makam We Tenrileleang, Petta Pallase-lase’e, Petta Bondeng*

  Lokasi: Lempang, Bungi, Lalabata, Kec. Tanete Rilau


- *Makam La Patau Matinroe ri Salomoni*

  Lokasi: Desa Lipukasi, Kec. Tanete Rilau 

*3. Situs Lain*

- *Rumah Adat Saoraja Lapinceng*

  Lokasi: Desa Balusu, Kec. Balusu. Dibangun 1895 masa Raja Balusu Andi Muhammad Saleh.

- *Masjid Tua Lailatul Qaderi, Masdarul Birri, Mutaqaddiman*

  Lokasi: Tanete Rilau dan Barru.

- *Batu Allantireng*

  Lokasi: Lempang, Bungi, Lalabata, Barru 

*Pola Temuan*

Barru kaya situs dari 3 periode:

1. *Prasejarah*: Situs alat batu Campe, cap tangan, megalitik Sumpang Ralla.

2. *Klasik/Hindu-Buddha*: Batu berbentuk bahtera Sawerigading.

3. *Islam*: Kompleks makam raja-raja Bugis dengan nisan arca khas Barru

1. *Di Sulawesi Selatan - Pusat Budaya Bugis*

Ini adalah wilayah inti situs Bugis:

- *Kompleks makam raja-raja Bugis* di seluruh Sulawesi Selatan, dari Mamuju dan Mandar di utara sampai Bone di timur. 

- *Situs megalitik di Bantaeng*: Pattalasang dan Killing, dengan patung terakota berbentuk manusia yang berbaring, duduk, dan berlutut. 

- *Gua Passea, Bulukumba*: Ditemukan wadah kubur dengan motif mirip tradisi Tana Toraja, menunjukkan kaitan budaya megalitik Bugis-Makassar. 

- *Gua-gua prasejarah*: Leang Tedongnge, Leang-Leang Maros, Bira Bulukumba, Bantaeng, Bone. Di sini ditemukan lukisan cadas berusia tahun dan kerangka manusia purba di Gua Bola Batu, Ululeba, Karrasa, Codong. 

2. *Di Luar Sulawesi - Jalur Perdagangan Bugis*

Karena orang Bugis merantau, makam dan nisannya ditemukan di kota pelabuhan dagang:

- *NTT*: Kompleks makam Geliting di Maumere, Kabupaten Sikka. Analisis menunjukkan ini makam Bugis dengan berbagai tipe nisan yang menyebar dari Sulsel ke pelabuhan dagang Nusantara. 

- *Kalimantan, Sumatera, Bali, Buton, Bima, Sumbawa*: Ditemukan nisan sejenis di bekas kota dagang pesisir. 

- *Malaysia, Patani, Brunei*: Juga ditemukan sebaran nisan Bugis. 

- *Aceh*: Kompleks makam raja-raja Bugis tercatat di data Kemendikbud. 

3. *Ciri Khas Situs Bugis*

Arkeolog mengidentifikasi situs Bugis dari:

- *Nisan khas Bugis*: Bentuk dan hiasannya mirip di semua wilayah sebaran, dari Sulsel sampai Maumere. 

- *Makam Islam kuno*: Biasanya berkelompok, dengan variasi tipe makam dan nisan. 

- *Lokasi di pelabuhan dagang*: Bukti bahwa orang Bugis menetap di pusat perdagangan Nusantara sejak abad-abad lalu.

Jadi, kalau ditelusuri, situs Bugis itu bukan cuma di Sulawesi Selatan. Jejaknya ada dari Aceh sampai Maumere, dan bahkan ke Malaysia-Brunei. Itu bukti kuat peran Bugis sebagai jaringan maritim Nusantara.

Ini daftar situs purba Bugis per pulau, berdasarkan temuan arkeolog. 

*1. Sulawesi - Pusat Budaya Bugis*

- *Sulawesi Selatan*: Kompleks makam raja-raja Bugis di Bone, Gowa, Maros, Pangkep, Bulukumba, Bantaeng, Sinjai, Wajo, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Luwu, Palopo, Mamuju, Mandar.

- *Situs Megalitik Bantaeng*: Pattalasang dan Killing dengan patung terakota manusia.

- *Gua Passea, Bulukumba*: Wadah kubur dengan motif megalitik, mirip tradisi Toraja.

- *Gua Prasejarah Maros-Pangkep*: Leang Tedongnge, Leang-Leang, Bulu Sipong 4. Ditemukan lukisan cadas tahun dan kerangka manusia purba.

- *Gua Bola Batu, Ululeba, Karrasa, Codong*: Situs kubur prasejarah dan megalitik.

*2. Nusa Tenggara Timur*

- *Makam Geliting, Maumere, Kabupaten Sikka*: Kompleks makam Islam kuno dengan nisan khas Bugis. Hasil analisis menyebut ini makam Bugis yang menyebar dari Sulsel ke pelabuhan dagang Nusantara.

- *Situs lain di Flores dan Sikka*: Banyak makam Islam kuno dengan bentuk nisan serupa Bugis.

*3. Bali, NTB, NTT Barat*

- *Buton, Bima, Sumbawa, Bali*: Ditemukan nisan Bugis di bekas kota pelabuhan dagang pesisir.

*4. Kalimantan*

- *Pesisir Kalimantan*: Nisan dan makam Bugis ditemukan di bekas kota dagang. Bukti jejak pelaut Bugis yang menetap di Kalimantan Timur dan Barat.

*5. Sumatera*

- *Pesisir Sumatera*: Nisan Bugis ditemukan di bekas pelabuhan dagang, terutama di wilayah timur Sumatera.

*6. Malaysia, Patani, Brunei*

- *Semenanjung Malaya*: Nisan sejenis juga ditemukan di bekas pusat perdagangan Bugis di Malaysia, Patani, dan Brunei.

*Pola sebarannya jelas*: Semua situs ini ada di titik-titik pelabuhan dagang lama. Artinya orang Bugis sudah merantau dan menetap di seluruh Nusantara sejak abad 15-17, membawa budaya dan tradisi pemakaman mereka. (Bersambung)

      Pewarta  : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

Vra

u In
o iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

  


Posting Komentar

0 Komentar