40 TAHUN DI BAWAH ANREGURUTTA, DDI MANGKOSO JADI RUMAH PENDIDIKAN ISLAM BERTARAF INTERNASIONAL

    

Kampus DDI Mangkoso 

  *DARI MANGKOSO KE KAIRO: DDI MANGKOSO BUKTIKAN KUALITAS PENDIDIKAN PESANTREN KELAS DUNIA*

*BARRU, IMC NEWS* – Di usia 40 tahun kepemimpinan, Pondok Pesantren Darud Dakwah Wal Irsyad DDI Mangkoso terus menorehkan prestasi. Lembaga yang berlokasi di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan ini kini tidak hanya menjadi rujukan pendidikan Islam nasional, tetapi juga telah menjangkau dunia internasional.

Saat ini DDI Mangkoso menaungi beberapa yayasan. Tiga tokoh kunci yang menjadi penggerak utama adalah:

1.  *Ketua Yayasan Al-Ikhlas DDI Mangkoso*  
    *Drs. Safaruddin Latif, MM.*  
    Turut hadir saat peresmian Toserba Terpadu DDI Mangkoso Agustus 2025 sebagai upaya kemandirian ekonomi pesantren.
2.  *Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso*  
    *AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., MA*  
    Atau yang akrab disapa "Anregurutta". Sejak 1985 beliau memimpin dan tahun ini genap 40 tahun mengabdi.
3.  *Rektor IAI DDI Mangkoso 2025–2029*  
    *Prof. (HC) Dr. Muhammad Agus, M.Th.I*  
    Dilantik sebagai Rektor pertama setelah transformasi STAI menjadi Institut.

Foto dari kiri ke kanan, Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso*  
    *AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., MA*  bersama Tim Redaksi Pemberitaan Imc news

*"Kami Ingin Melahirkan Santri yang Berilmu Amaliyah, Beramal Ilmiyah, dan Mendunia"*  
Demikian penegasan *Anregurutta AG. Prof. Dr. H. M. Faried Wadjedy, Lc., MA* saat ditanya tentang perkembangan DDI Mangkoso.  
_"DDI Mangkoso harus terus berbenah. Ilmu yang kita ajarkan bukan hanya untuk di pesantren, tapi untuk mengharumkan nama Islam di tingkat nasional hingga internasional. Alhamdulillah, anak-anak kita sekarang sudah kuliah di Al-Azhar Mesir,"_ ujar Anregurutta.

Pernyataan tersebut terbukti. DDI Mangkoso kini telah bertaraf internasional:

1.  *Menerima Santri dari Luar Negeri*  
    Bukti internasionalisasi terlihat saat Penamatan 2023/2024. Bupati Barru menyebut hadir tamu dari *Mesir dan Malaysia*.  
    Pada Reuni Nasional 2022, Ketua Umum PB DDI *AGH Prof. Dr. Syamsul Bahri* menyebut acara itu "internasional" karena dihadiri alumni dari *Singapura, Malaysia, dan Brunei*.

2.  *Mengirim Santri ke Luar Negeri*  
    Puncaknya pada *22 Oktober 2025*, Kakanwil Kemenag Sulsel melepas *54 santri DDI Mangkoso* untuk kuliah di *Universitas Al-Azhar Kairo*. Sebelumnya ada 37 santri dalam program kerja sama dengan Markaz Lughoh eLKISI.  
    _"Ini barometer pesantren di Sulsel. Kiprahnya sudah nasional, regional, bahkan internasional,"_ kata Kakanwil Kemenag Sulsel saat pelepasan.

3.  *Sejak 1940-an Sudah Nasional*  
    Sejak awal berdiri, santri telah datang dari *Sulteng, Sultra, Kalimantan, Sumatera, Riau, Jambi*. Kini ditambah jejaring alumni di luar negeri.

*Penutup*
Dengan struktur kepemimpinan yang solid dan visi mendunia, DDI Mangkoso membuktikan bahwa pesantren mampu melahirkan generasi yang menguasai ilmu agama dan mampu bersaing secara global. Penerimaan santri asing saat ini masih melalui program khusus dan kerja sama.

*Penulis: Mustafa Kamal Petta Pabbicara*  
*Tim Redaksi Pemberitaan IMC News*

*T NDO

ULDIA CLEBE REM
o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

          


Posting Komentar

0 Komentar