**BINUS University Hadirkan Perpustakaan Digital Offline 'PusGita' di Desa Nepo, Kabupaten Barru**
Barru - IMC News - Desa Nepo terpilih sebagai satu-satunya desa di Kabupaten Barru yang menjadi lokasi distribusi inovasi perpustakaan digital tanpa internet dari BINUS University. Program yang diberi nama PusGita (Perpustakaan Digital Offline) ini merupakan wujud nyata proyek pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada pendidikan generasi muda, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Melalui program ini, BINUS University menyerahkan fasilitas berupa 4 unit laptop dan 1 unit server. Sistem ini memuat 7.000 konten edukasi dalam bentuk *e-book* dan video. Seluruh perangkat dapat diakses sepenuhnya tanpa memerlukan jaringan internet. Materi yang disediakan sangat beragam, mulai dari ilmu pengetahuan umum, materi pembelajaran untuk siswa tingkat SD hingga SMA, serta buku-buku cerita yang dirancang untuk menanamkan nilai-nilai budi pekerti guna meningkatkan minat baca sejak dini.
Dalam proses pendistribusian di Desa Nepo, BINUS University dibantu oleh komunitas Pasere Kolektif serta *Founder* SI Public Speaking, Ilham. Desa Nepo kini resmi tergabung dalam daftar 80 titik desa dari Aceh hingga Papua yang telah menerima fasilitas PusGita. Fasilitas ini ditujukan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar bagi para pelajar, guru, dan masyarakat umum di pedesaan.
Kepala Desa Nepo, Muhammad Toaha, memberikan tanggapan yang sangat positif atas pelaksanaan program ini.
"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas inisiatif dari BINUS University. Fasilitas perpustakaan digital *offline* ini sangat relevan dengan kebutuhan desa kami untuk mengatasi keterbatasan akses jaringan internet. Program ini memberikan kemudahan akses ke ribuan materi pendidikan secara gratis, dan kami yakin ini akan sangat membantu percepatan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Desa Nepo," tegas Muhammad Toaha.
Sebagai langkah keberlanjutan, pengelolaan fasilitas ini akan langsung diteruskan oleh kelompok pemuda Desa Nepo. Fokus utama mereka adalah mengadakan program pendampingan dan pengajaran literasi secara rutin bagi anak-anak di desa. Sinergi antara akademisi, komunitas, dan pemuda desa ini memastikan bahwa keterbatasan infrastruktur tidak lagi menjadi penghalang untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.
*Anis Andriyadi Tim Redaksi Pemberitaan IMC News *

.jpg)








0 Komentar