*PEMKOT SAMARINDA KERAHKAN HELIKOPTER WATERBOMBING DAN GELAR SHALAT ISTISQA ATASI KARHUTLA & KRISIS AIR*
*Samarinda, 13 September 2026* – Pemerintah Kota Samarinda terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih yang melanda Kota Tepian.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan mengerahkan *helikopter waterbombing* di kawasan *Bantuas, Kecamatan Palaran*. Operasi pemadaman dari udara ini dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses petugas di darat.
Selain upaya teknis, Pemkot bersama Forkopimda juga menggelar *Shalat Istisqa* di Balai Kota Samarinda pada Jumat, 11 September 2026. Shalat memohon hujan ini dilakukan sebagai ikhtiar spiritual di tengah status tanggap darurat kekeringan yang diperpanjang hingga *21 September 2026*.
Wali Kota Samarinda *Andi Harun* menyatakan, kombinasi bencana kekeringan dan karhutla telah menyebabkan Waduk Benanga menyusut, sumur warga kering, dan operasional IPA PDAM Tirta Kencana terhenti. Tercatat lebih dari *152 kejadian karhutla* dengan luas lahan terbakar *275,21 hektare*.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dan bersama-sama menghemat air. Penanganan ini harus kita lakukan secara pentahelix, melibatkan pemerintah, TNI-Polri, swasta, dan masyarakat," ujar Andi Harun.
IMC News akan terus memantau perkembangan penanganan bencana di Samarinda dan mengimbau warga agar segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan titik api baru.
*Hormat kami,*
*Syamsuddin AR*
*Koordinator Wilayah IMC News Nusantara*
o Berantas Bos


.jpg)





0 Komentar