*Edisi Khusus: PELESTARIAN BUDAYA CELEBES* *SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI - FILOSOFI HIDUP PELAUT BUGIS MAKASSAR YANG DIHIDUPKAN KEMBALI OLEH KAMAL PETTA PABBICARA BERSAMA IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*

              


       *Edisi Khusus: PELESTARIAN BUDAYA CELEBES*

*SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI - FILOSOFI HIDUP PELAUT BUGIS MAKASSAR YANG DIHIDUPKAN KEMBALI OLEH KAMAL PETTA PABBICARA BERSAMA IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*

*MAKASSAR, IMC NEWS. CELEBES MAGAZINE 
-* Di tengah arus modernisasi yang kian mengikis nilai-nilai luhur kearifan lokal, *IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE* kembali hadir dengan sebuah karya monumental yang menggugah jiwa. Cover Edisi Khusus *PELESTARIAN BUDAYA CELEBES* kali ini menampilkan sosok *KAMAL PETTA PABBICARA* dengan latar belakang dua Kapal Phinisi raksasa yang layarnya terkembang penuh di tengah lautan lepas saat golden sunset, lengkap dengan Songkok Recca hitam kuning emas kebesaran Raja-raja Bugis di kepalanya.

Di atas cover tersebut tertulis dengan huruf emas menyala sebuah petuah agung warisan nenek moyang yang menjadi nafas hidup orang Celebes:

> *"SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI"*

Filosofi ini bukan sekadar kalimat puitis,  Ini adalah *JANJI DARAH PELAUT BUGIS MAKASSAR.*

*MAKNA FILOSOFIS MENDALAM:*

1.  *TEKAD YANG TIDAK BISA DITAWAR:* Dalam tradisi pelaut Bugis-Makassar, ketika seorang nakhoda telah memerintahkan "Layar Terkembang", maka seluruh awak kapal harus siap mengarungi samudera, menantang badai, menembus ombak sebesar gunung. Tidak ada kata kembali sebelum tujuan tercapai. Begitu layar sudah naik, biduk (perahu) pantang surut kembali ke pantai.

2.  *INTEGRITAS DAN KOMITMEN:* Kamal Petta Pabbicara menginterpretasikan filosofi ini dalam konteks pelestarian budaya. "Ketika kita sudah berjanji untuk menjaga warisan, memperkuat identitas, dan mewariskan untuk generasi - sebagaimana tertulis di footer cover kita - maka pantang bagi kita untuk mundur hanya karena tantangan zaman, godaan globalisasi, atau lunturnya minat generasi muda," tegas Kamal.

3.  *SEMANGAT PHINISI - WARISAN DUNIA UNESCO:* Dua Kapal Phinisi di background cover bukan hiasan semata. Phinisi adalah mahakarya peradaban Bugis-Makassar yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Kapal kayu tanpa paku, dibuat hanya dengan perhitungan feeling dan doa dari para Panrita Lopi (ahli pembuat kapal) di Bulukumba. Layarnya yang terkembang di cover adalah simbol peradaban maritim Celebes yang pernah menguasai jalur rempah dari Malaka hingga Maluku.

*SONGKOK RECCA - MAHKOTA KEBESARAN:*

Yang membuat cover ini semakin sakral adalah *Songkok Recca* yang dikenakan Kamal Petta Pabbicara. Songkok Recca hitam dengan garis emas di atas, kuning emas di bawah) adalah songkok kebesaran bangsawan Bugis Bone. Terbuat dari anyaman benang emas asli, serat lontar, dan rotan pilihan. Dulu hanya boleh dipakai oleh Raja, Petta, Arung, dan Ana' Cera' (bangsawan). Kini Kamal Petta Pabbicara mengenakannya sebagai simbol bahwa pelestarian budaya adalah tugas kaum bangsawan hati, kaum yang mulia budinya.

Songkok Recca ini memiliki makna: Kepala yang memakai Recca harus berpikir emas (bernilai), bertindak emas (mulia), dan berkarya emas (abadi).

*VISI IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE:*

*Celebes adalah nama marwah, nama yang diberikan dunia untuk pulau kita.* Sebelum kata Sulawesi populer, para pelaut Portugis, Belanda, dan Bugis-Makassar sendiri menyebut pulau ini Celebes - pulau yang berbentuk huruf K yang unik, pulau besi, pulau para pelaut pemberani.

IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE ingin mengembalikan kebanggaan itu. Di cover tertulis jelas:
*EDISI KHUSUS • PELESTARIAN BUDAYA CELEBES • IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*

Di bawahnya:
*MENJAGA WARISAN • MEMPERKUAT IDENTITAS • MEWARISKAN UNTUK GENERASI*

Ini adalah trilogi perjuangan kami.

*SIAPA KAMAL PETTA PABBICARA?*

Sosok di cover dengan baju adat hitam jas tutup, berpeci Recca, berkacamata, dengan pin Garuda dan tanda jasa di dada, serta name tag "LIAS TUROI RATH" (yang dalam konteks ini adalah gelar kehormatan), adalah representasi dari generasi pelestari yang tidak malu memakai adat di era modern.

Beliau adalah bukti bahwa adat dan modernitas bisa berjalan beriringan. Dengan kacamata intelektual, baju adat kebesaran, dan background teknologi pelayaran masa lalu (Phinisi) - beliau menjembatani masa lalu, masa kini, dan masa depan.

*PESAN UNTUK GENERASI MUDA CELEBES:*

Panggilan untuk seluruh Anak Celebes, di Barru, Makassar, di Bone, di Wajo, di Mandar, di Toraja, di Luwu, di seluruh penjuru Nusantara dan bahkan di perantauan:

Jangan malu memakai Songkok Recca!
Jangan malu menaiki Phinisi!
Jangan lupakan bahasa Bugis-Makassar!
Jangan tinggalkan Siri' na Pacce!

Sekali kita sudah mengikrarkan diri sebagai Anak Celebes, sekali layar identitas kita sudah terkembang, maka *PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI!* Kita harus maju, menjaga warisan, memperkuat identitas, mewariskan untuk generasi, sampai titik darah penghabisan!

*TABE ! SALAM BUDAYA!*

*Hormat Kami,*
*TIM REDAKSI IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*

---
*Penanggung Jawab Cover & Rilis:*
*KAMAL PETTA PABBICARA - Pemimpin Umum / Pelestari Budaya Celebes*
*Lokasi Pemotretan Konsep: Laut Lepas Celebes - Sunset Phinisi*
*Busana: Baju Adat Jas Tutup Hitam + Songkok Recca Hitam Kuning Emas Khas Bugis Makassar*
*Background: 2 Kapal Phinisi Full HD - Simbol Kejayaan Maritim Celebes*
*Motto Cover: SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI*
*Tagline Bawah: MENJAGA WARISAN • MEMPERKUAT IDENTITAS • MEWARISKAN UNTUK GENERASI*

*Tagar Resmi:*
#SekaliLayarTerkembangPantangBidukSurutKePantai #KamalPettaPabbicara #IMCNewsCelebesMagazine #PelestarianBudayaCelebes #SongkokRecca #KapalPhinisi #PhinisiUNESCO #BudayaBugisMakassar #AdatCelebes #LestarikanAdatDanBudayaCelebes #MenjagaWarisan #CelebesBukanSulawesi #FilosofiPelautBugis #PettaPabbicara





ULDIA CL


E REM

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar