*JERITAN DARI PESISIR BERAU: RATUSAN HEKTAR LAHAN WARGA TERANCAM GUSUR, TIM HAM PUSAT, PANGLIMA KIJANG & PBN KB BERAU TURUN GUNUNG BESOK - WARGA: KAMI HANYA MINTA KEADILAN*

                  


       *JERITAN DARI PESISIR BERAU: RATUSAN HEKTAR LAHAN WARGA TERANCAM GUSUR, TIM HAM PUSAT, PANGLIMA KIJANG & PBN KB BERAU TURUN GUNUNG BESOK - WARGA: KAMI HANYA MINTA KEADILAN*

*BERAU, KALTIM - IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE -* Di balik keindahan garis pantai Berau yang membentang dari Talisayan, Biatan, Batu Putih, Biduk-Biduk hingga Tanjung Batu, tersimpan jeritan panjang masyarakat pesisir yang tak kunjung usai. Lahan-lahan yang telah digarap secara turun-temurun, kebun kelapa, kebun sawit rakyat, hingga tambak udang tradisional, satu per satu diklaim, digusur, dan diratakan oleh aktivitas perusahaan besar yang beroperasi di wilayah pesisir.

Kini, kesabaran warga telah sampai di titik nadir. Data awal yang dihimpun *Imc News - Celebes Magazine Biro Kalimantan Timur* mencatat, sedikitnya warga dari *beberapa Kecamatan (KC) Pesisir di Berau* menjadi korban langsung. Ada yang lahannya sudah rata dengan tanah, ada yang tanamannya ditebang, dan tidak sedikit yang kini hidup dalam bayang-bayang ancaman gusuran susulan ke depan.

Berangkat dari keresahan itu, sebuah gerakan solidaritas besar akan digelar *BESOK, Sabtu 31 Oktober 2026*. Untuk pertama kalinya, *Ketua HAM dari Pusat beserta tim lengkap, Tim Panglima Kijang, dan Ketua Umum PBN KB Berau* akan datang langsung ke tengah-tengah masyarakat pesisir Berau.

*"Semua masyarakat dari beberapa KC Pesisir ini yang korban perusahaan yang digusur lahannya maupun yang kena ancaman gusuran ke depan, silahkan hadir yang mau mencari keadilan siapa tau ketemu solusinya,"* demikian bunyi seruan terbuka yang kini viral di grup-grup WhatsApp warga pesisir, dan diterima redaksi IMC News malam ini.

*1. POTRET KORBAN: DARI PETANI KELAPA JADI PENGANGGURAN DI TANAH SENDIRI*

Investigasi awal IMC News menemukan pola yang hampir sama di setiap kecamatan pesisir. Warga mengaku memiliki lahan garapan dengan bukti Surat Keterangan Tanah (SKT) dari Kepala Kampung, segel lama, bahkan ada yang memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) warisan orang tua.

Namun, tiba-tiba datang klaim HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan. Alat berat masuk tanpa sosialisasi matang. Tanaman yang sudah berumur puluhan tahun tumbang dalam sehari.

Seorang warga pesisir di Kecamatan Batu Putih (nama disamarkan demi keamanan, 54 tahun) kepada IMC News bercerita:

_"Saya punya 2 hektar kebun kelapa, itu warisan bapak saya. Tiba-tiba dipatok. Kami protes, dibilang ini masuk konsesi perusahaan. Kami mau panen saja sudah dijaga security. Sekarang saya jadi kuli bangunan. Mau lapor kemana, Puang?"_

Kisah serupa juga terjadi di Talisayan. Seorang ibu rumah tangga mengaku tambak udang windu milik keluarganya seluas 1,5 hektar digusur untuk jalur hauling. Ganti rugi yang ditawarkan dinilai tidak manusiawi, jauh di bawah nilai produksi 10 tahun.

*2. ANCAMAN GUSURAN JILID DUA: WARGA HIDUP DALAM KETAKUTAN*

Yang lebih memprihatinkan, tidak hanya yang sudah digusur. Puluhan Kepala Keluarga (KK) lainnya kini hidup dalam ancaman. Mereka mendapat surat peringatan untuk segera mengosongkan lahan dalam waktu 7 hingga 14 hari.

Surat tersebut membuat warga tidak bisa tidur nyenyak. Mereka takut besok pagi, traktor sudah ada di depan rumah. Anak-anak takut tidak bisa sekolah lagi karena kebun orang tuanya hilang.

_"Ini bukan lagi soal ganti rugi, ini soal hak hidup. Kalau lahan kami habis, mau makan apa anak cucu kami? Laut sudah susah ikan karena aktivitas perusahaan, darat mau diambil juga,"_ tegas salah seorang tokoh pemuda pesisir.

*3. BESOK MOMEN PENENTU: KETUA HAM PUSAT, PANGLIMA KIJANG & PBN KB BERAU DATANG*

Menjawab jeritan itu, aliansi masyarakat pesisir bersama PBN KB Berau menginisiasi pertemuan akbar besok.

Kehadiran tiga kekuatan besar ini bukan main-main:

*A. KETUA HAM DARI PUSAT & TIM:*
Tim ini akan melakukan pemantauan langsung, dokumentasi pelanggaran HAM, pengumpulan bukti-bukti lapangan, dan akan membawa kasus ini ke Komnas HAM RI di Jakarta jika ditemukan indikasi pelanggaran HAM berat berupa perampasan hak ekonomi dan penghilangan mata pencaharian.

Fokus mereka: Apakah ada pelanggaran Pasal 28H UUD 1945 tentang hak atas tempat tinggal dan hak atas kehidupan yang layak, serta pelanggaran UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM.

*B. TIM PANGLIMA KIJANG:*
Tim ini dikenal sebagai tim advokasi dan pembela masyarakat adat dan pesisir yang berani di garis depan. Mereka akan memberikan pendampingan hukum, strategi perlawanan rakyat secara konstitusional, dan pengamanan warga dari intimidasi.

Panglima Kijang sendiri dikenal tidak pernah mundur selangkah pun jika menyangkut tanah rakyat kecil.

*C. KETUA UMUM PBN KB BERAU:*
Sebagai organisasi kedaerahan terbesar yang menaungi keluarga besar Berau, PBN KB akan menjadi payung adat dan jembatan komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Berau, DPRD, hingga Pemerintah Provinsi Kaltim. Ketua Umum dipastikan akan membawa aspirasi ini ke Bupati Berau dan Gubernur Kaltim.

*4. APA YANG HARUS DIBAWA WARGA BESOK?*

Panitia penyelenggara melalui IMC News - Celebes Magazine mengimbau kepada seluruh warga korban dan yang terancam untuk hadir dengan membawa:

1.  Fotocopy KTP & Kartu Keluarga
2.  Bukti kepemilikan lahan: SKT, Segel, SPPT, SHM, Surat Jual Beli, atau surat keterangan adat dari Kepala Adat
3.  Foto-foto lahan sebelum dan sesudah digusur (jika ada di HP)
4.  Video intimidasi atau alat berat yang masuk (jika ada)
5.  Daftar kerugian: berapa pohon, berapa luas, berapa tahun digarap

Semua data akan diinventarisir langsung oleh Tim HAM Pusat dan akan dibuatkan Berita Acara untuk dibawa ke Jakarta.

*5. SERUAN TERBUKA: JANGAN TAKUT, HUKUM MASIH ADA*

Melalui rilis ini, *Kepala Biro Kalimantan Timur IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE, MUNANDAR STERLY*, yang selama ini intens melakukan investigasi di pesisir Berau, menegaskan:

_"Kami dari IMC News - Celebes Magazine berdiri di pihak rakyat kecil. Kami sudah konfirmasi, besok Ketua HAM Pusat beserta tim, Tim Panglima Kijang, dan Ketua Umum PBN KB Berau akan hadir. Ini kesempatan emas. Jangan takut. Jangan diam. Kalau kita diam, lahan kita akan habis. Silahkan hadir, sampaikan dengan tertib, dengan data. Siapa tau besok ketemu solusinya. Keadilan masih ada jika kita berani memperjuangkannya bersama."_

Pertemuan besok dipastikan akan berlangsung secara damai, tertib, dan bermartabat. Warga diminta tidak terpancing provokasi dan tetap mengedepankan musyawarah.

Bagi warga yang tidak bisa hadir karena jarak jauh (seperti dari Biduk-Biduk atau Tanjung Batu), bisa menghubungi hotline pengaduan PBN KB Berau atau mengirimkan laporan via WhatsApp ke Redaksi IMC News.

*Waktu dan tempat lengkap akan diumumkan malam ini melalui koordinator masing-masing kecamatan pesisir.*

Mari rapatkan barisan. Pesisir Berau adalah milik anak cucu kita, bukan milik korporasi semata.

*BERSATU KITA KUAT, BERSAMA KITA CARI KEADILAN!*

---
*LAPORAN EKSKLUSIF:*
*LIPUTAN: MUSEINI & MUNANDAR STERLY*
*BIRO KALIMANTAN TIMUR*
*IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*
*MEDIA ONLINE & YOUTUBE CHANNEL - PT. Indo Multimedia Celebes*
*Redaksi: redaksi@imc.co.id*
*Berau, 30 Oktober 2026 - 23:12 WITA*

*Tagar: #SavePesisirBerau #BerauMemanggil #KorbanGusuran #KeadilanUntukPesisir #HAM #PanglimaKijang #PBNKB #Berau #Kaltim #ImcNewsCelebesMagazine*






ULDIA CL


E REM


o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar