*Makassar, 7 November 2026 - Imc News- Celebes Magazine* Pemadaman listrik bergiliran yang terjadi di Kota Makassar dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat. Pemadaman yang terjadi tanpa kepastian waktu ini membuat warga resah, karena aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.
Salah satu warga yang merasakan langsung dampak pemadaman tersebut adalah warga yang berdomisili di *Jl. Muhajirin 2, Kota Makassar*. Menurut warga, mati lampu sering terjadi secara tiba-tiba, kadang pada sore hari, kadang pada malam hari, bahkan bisa terjadi lebih dari sekali dalam sehari.
Kondisi ini tentu sangat mengganggu. Di malam hari, suasana rumah menjadi gelap dan panas karena kipas angin dan pendingin ruangan tidak dapat digunakan. Anak-anak yang sedang belajar terpaksa berhenti, sementara orang tua harus mencari penerangan alternatif seperti lilin dan lampu emergency.
Tidak hanya itu, warga yang memiliki usaha kecil di sekitar rumah juga ikut merasakan dampaknya. Usaha warung, usaha kuliner, hingga usaha yang menggunakan peralatan listrik terpaksa berhenti sementara saat listrik padam. Akibatnya, penghasilan warga pun ikut berkurang.
"Kalau mati lampu, semua pekerjaan terhenti. Anak-anak tidak bisa belajar, usaha tidak bisa jalan, di rumah jadi panas dan gelap. Kami tidak tahu kapan lampu akan menyala lagi," ungkap salah satu warga Jl. Muhajirin 2 kepada IMC News - Celebes Magazine.
Warga mengaku, mereka tidak menolak jika memang ada pemeliharaan atau perbaikan jaringan. Namun yang diharapkan, pihak PLN dapat memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Seperti kapan pemadaman akan terjadi, berapa lama pemadaman berlangsung, dan wilayah mana saja yang terdampak, agar warga bisa mempersiapkan diri lebih awal.
Warga juga berharap, pihak PLN dapat mendengar keluhan masyarakat, khususnya yang bermukim di Kota Makassar. Sebagai kota besar dan pusat perekonomian di Sulawesi Selatan, ketersediaan listrik yang stabil sangat dibutuhkan oleh masyarakat, baik untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, kesehatan, maupun usaha.
Selain itu, warga meminta agar PLN lebih cepat dalam merespons laporan masyarakat. Ketika warga melaporkan adanya pemadaman, diharapkan ada petugas yang segera turun ke lapangan dan ada penjelasan resmi, bukan hanya dibiarkan menunggu tanpa kejelasan.
Pemadaman listrik yang terus berulang tanpa solusi dikhawatirkan akan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan PLN. Oleh karena itu, warga berharap ada langkah nyata, perbaikan jaringan, serta komunikasi yang lebih terbuka antara PLN dan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, warga di Jl. Muhajirin 2 masih berharap agar listrik di wilayah mereka dapat kembali normal dan tidak lagi terjadi pemadaman bergiliran yang merugikan masyarakat.
Masyarakat berharap suara mereka didengar. Karena listrik bukan lagi sekadar penerangan, tetapi sudah menjadi kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari.
*Penulis: Kamal Petta Pabbicara*
*IMC News - Celebes Magazine*
*Makassar, 7 November 2026*



.jpg)







0 Komentar