Keluhan para pejabat Cabang Dinas Pendidikan Sulsel hanya dianggap angin lalu


 Makassar, celebes magazine. Com- Penempatan para pejabat bersama personil  di masing-masing Cabang Dinas Wilayah se Sulsel pada lingkup Dinas Pendidikan Sulsel sebenarnya  sudah tepat untuk memperpendek dan mengoptimalkan pelayanan terhadap jajarannya di satuan pendidikan dan itu sudah berjalan, meskipun tidak semuanya berjalan efektif, hal itulah yang memunculkan adanya keluhan dari mulai soal proyek pisik semisal DAK yang awalnya tidak pernah di libatkan didalamnya untuk mengawal proyek tersebut, tetapi saat akhir pekerjaan atau finishingnya justru diminta untuk terlibat.


Tentu ini sebuah, sandungan bagi Cabdin, mereka tidak ingin tahu dan mengintervensi jika ada proyek apapun bentuknya, apalagi jika nanti diakhir pekerjaan atau saat akan proses perampungan baru dilibatkan, hal inilah yang memantik Cabdin tidak ingin campur tangan dan mengurusi hal itu, ujar salah seorang pejabat Cabdin yang tidak ingin identitasnya di publikasi. 


Menurutnya, bukannya tidak mau, kita ini kan satu kesatuan yang tak terpisahkan, Cabdin ingin dilibatkan sepanjang  memenuhi aturan dan mekanisme. Misalnya kami mau terlibat tetapi, saat awal penggodokan atau program itu di rencanakan Cabdin mesti tahu, sehingga kita bisa memantau di lapangan seperti apa sekolah yang akan menerima bantuan, jangan nanti diakhir kegiatan baru kita mau dilibatkan kan bisa fatal, ujarnya.

Sementara keluhan lainnya adalah, ada informasi berkembang di salah satu Cabdin di Sulsel yang tidak semestinya tidak terjadi di sebuah organisasi, yakni, ditubuh organisasi akan maju dan berkembang jika mereka bekerjasama dan saling bahu-membahu untuk menyelesaikan tugas negara, tetapi kalau rasa ego dan menang sendiri di tonjolkan maka jangan harap program itu berjalan baik.

Bahkan disinyalir, ada tiga oknum pejabat di salah satu Cabdin yang ‘ogah’ untuk bekerja sehingga semua tugas-tugas terpaksa diambilalih pimpinannya, ini tentu sebuah kemunduran berpikir. Belum juga diketahui apa penyebabnya oknum tersebut  muncul rasa malas untuk bekerja, sehingga  slogan sinergitas yang digaungkan pemerintah tidak bisa terwujud.  


“Apakah ini sebuah fenomena “perpecahan”,  intrik politik atau kecemburuan, yang bisa menjawab hanyalah yang bersangkutan”, tutur salah satu pemerhati pendidikan.

Begitu juga ada Cabdin yang  mengeluhkan adanya oknum  Kepala Seksi  yang jarang ditempat,  bahkan diduga ada yang sama sekali tidak masuk kantor  dengan berbagai alasan  seperti ditugaskan pada Dinas Pendidikan Sulsel. 

Sementara sumber lain yang di konfirmasi menyesalkan hal itu terjadi, sebab oknum pejabat eselon IV    juga menerima tunjangan jabatan tetapi  diduga  lalai dalam tugas, sehingga kesan yang muncul oknum tersebut dianggap  merugikan  negara saja bahkan dinilai ‘mubazir’ jika di bayarkan tunjangannya. 

Dengan adanya polemik  tersebut harusnya Disdik Sulsel sebagai induk mestinya mengambil sikap tegas kepada oknum yang dinilai melakukan dugaan pelanggaran disiplin soal ASN. Dan jangan biarkan hal itu meruncing, sebab bukan mustahil akan ditiru yang lainnya, tetapi semoga tidak.


Memang diakui hal itu, tidak merata, sejumlah Cabdin bahkan lebih banyak yang kerjanya bagus dan sesuai aturan sebab mereka sadar tugas ini adalah pengabdian kepada negara dan bangsa dan lebih penting lagi tugas itu akan di pertanggungjawabkan di hadapan Penguasa Semesta ini  kelak setelah dibangkitkan.

Tentu ini menjadi bahan evaluasi bagi Pejabat Disdik Sulsel sehingga  kedepan  kalau mengangkat pejabat Cabdin sebaiknya orang yang berdomisili di daerah tersebut, selain mereka akan bangga juga tidak ada alasan untuk tidak disiplin.   

Bahkan ada oknum pejabat Cabdin yang mengatakan, kalau memang tidak bisa masuk kantor   sebaiknya mengundurkan diri sajalah, sebab itu  dianggap telah melalaikan tugas sementara pimpinannya pusing memikirkan banyak tugas yang harus diselesaikan.

Kalau ini terjadi, apakah pimpinan yang gagal membina atau karena merasa yang bersangkutan punya ‘power’ sehingga sulit diatur, sebaiknya kembali ke jalan yang benar sajalah, jangan saling menyalahkan, ada namanya win-win solution, ujar salah satu ASN senior Disdik Sulsel.

Sumber itu bahkan memberi masukan bahwa, mestinya Disdik Sulsel menyikapi  dan jangan menganggap ‘angin lalu’ jika ada laporan dan keluhan, kita mau ada solusi sehingga tidak berlarut-larut masalah, tandasnya.

Sebab hal itu akan mengganggu kelancaran tugas Cabdin  dan bisa menghambat   pelayanan publik masing masing wilayah, tegasnya.(*)

Penulis A.Fauzan M





Posting Komentar

0 Komentar