Makassar - IMC news Celebes Magazine. DPRD Kabupaten Gowa menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum Gabungan pada Senin, 11 Mei 2026. Hasil rapatnya: DPRD resmi melayangkan surat permintaan klarifikasi kepada Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Surat itu terkait isu dugaan perselingkuhan Bupati dengan seorang pria inisial B yang sempat viral.
Langkah DPRD diambil sebagai respon atas tekanan publik dan aksi unjuk rasa masyarakat di depan kantor DPRD Gowa.
Dalam RDPU hadir berbagai elemen: mahasiswa, aktivis LSM, wartawan, dan masyarakat. Mereka menuntut isu ini tidak dibiarkan berlarut-larut dan merusak citra pemerintahan Kabupaten Gowa.
3. *Penyampaian surat*
Surat hasil RDPU diantarkan langsung oleh Ketua DPRD Fahmi Adam, didampingi Wakil Ketua Hasrul Abdul Rajab, Taufik Nurullah, dan Tyna Haji Ti'no Daeng Mawangi.
Surat diterima oleh Kabag Umum Setda Gowa karena Bupati sedang di luar kota.
Detail penting dalam rapat tersebut
Hadir Agus Salim Harahap dan Zaenal Abidin Daeng Rate dalam forum RDPU. Tapi keduanya tidak menyerahkan video sensitif yang disebut-sebut jadi dasar isu dugaan perselingkuhan tersebut.
*Sikap DPRD*
Dalam berita dikutip pernyataan: “Kalau tidak klarifikasi dan tempuh jalur hukum, lebih baik mundur”. Itu menunjukkan DPRD mendorong Bupati untuk segera memberi klarifikasi resmi atas isu yang beredar.
Berita ini masih sebatas langkah DPRD meminta klarifikasi. Belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari Bupati Gowa Husniah Talenrang terkait isi surat tersebut.
*Bupati Gowa sudah bantah isu tersebut*
Husniah Talenrang membantah keras isu dugaan perselingkuhan dengan Basri Kajang. Dia menyebutnya “berita bohong, itu tidak benar” dan “fitnah yang tidak mendasar”.
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis, 19 Maret 2026, lewat http://Gosulsel.com. f576
* Bupati minta tempuh jalur hukum*
Dia mendesak pihak yang menyebarkan isu untuk menempuh jalur hukum dan melapor ke Dewan Pers. Alasannya, ada upaya membangun narasi untuk menjelek-jelekkan dirinya.
*Proses di DPRD Gowa*
RDPU Gabungan DPRD Gowa 11 Mei 2026 memang membahas 3 poin: beasiswa S3 yang dibatalkan, pengadaan seragam sekolah, dan isu dugaan perselingkuhan Bupati.
Surat klarifikasi sudah diserahkan ke Setda Gowa karena Bupati sedang di luar kota.
Saat RDPU, Agus Salim Harahap dan Zaenal Abidin Daeng Rate hadir tapi tidak menyerahkan video sensitif yang disebut jadi dasar isu.
*Konteks lain*
Selain isu perselingkuhan, Bupati Husniah juga disorot soal pembatalan beasiswa doktoral S3 yang dikeluarkan 29 Desember 2025. Itu yang bikin DPRD dan aktivis mahasiswa juga ikut mendesak klarifikasi.
Jadi sampai sekarang:
- *Bupati*: Sudah membantah dan menyebut itu fitnah, minta diselesaikan lewat jalur hukum.
- *DPRD*: Sudah kirim surat klarifikasi resmi pasca RDPU 11 Mei 2026.
- *Bukti video*: Belum diserahkan dalam RDPU.






0 Komentar