Menelusuri Jejak Kutai dan Masuknya Pengaruh Bugis di Tanah Paser Abad 18*

          

Fakta Sejarah:

*Menelusuri Jejak Kutai dan Masuknya Pengaruh Bugis di Tanah Paser Abad 18*

*PASER* IMC News – Kabupaten Paser di Kalimantan Timur menyimpan jejak panjang peradaban. Dua nama besar yang mewarnai sejarahnya adalah *Kerajaan Kutai* sebagai kerajaan tertua di Nusantara, dan *pengaruh Kerajaan Bugis Wajo* yang masuk melalui jalur politik dan perkawinan pada abad ke-18.

*1. Kutai: Cikal Bakal Peradaban di Kalimantan*

Kerajaan Kutai Martadipura berdiri sejak abad ke-4 Masehi di Muara Kaman. Bukti tertuanya adalah Prasasti Yupa peninggalan Raja Mulawarman. 

Memasuki abad ke-13, pusat kekuasaan bergeser ke Kutai Kertanegara di tepi Sungai Mahakam. Tahun 1635, Kutai Kartanegara menaklukkan Martapura. 

Pada 1620-an Kutai berada di bawah pengaruh Kesultanan Makassar, dan tahun 1636 diklaim sebagai vasal Kesultanan Banjar.

*2. Paser dan Jejak Bugis Wajo*

Kesultanan Paser sejak awal menjalin hubungan dagang dan politik dengan kerajaan-kerajaan besar. Titik balik pengaruh Bugis terjadi pada abad 18.

Tokoh kuncinya adalah *La Madukkeleng* dari Wajo. Tahun 1736 ia ditarik pulang ke Wajo oleh utusan La Dalle Arung Taa dengan membawa pasukan gabungan dari Kutai, Pagatan, dan Johor.

Pengaruh Bugis semakin mengakar lewat *perkawinan politik*:

1. *Aji Putri Agung*, putri La Maddukelleng, menikah dengan *Sultan Aji Muhammad Idris XIV dari Kutai*.

2. *Aji Doyah* dari Paser menikah dengan *Andi Sibengngareng* dari Wajo. Pesta adatnya diisi pembacaan Lontar Wajo dan tarian pencak silat Bugis.

3. Anak mereka, *Andi Riajang*, kembali menikah dengan Sultan Kutai dan menyatukan 3 garis darah: Wajo-Paser-Kutai.

Selain itu, *Sultan Dipati Anom Alamsyah* penguasa Paser 1768–1799 juga menikahi *Ratu Intan I binti Daeng Malewa* dari Cantung-Batulicin. Gelar "Daeng" menunjukkan darah kebangsawanan Bugis-Makassar.

Bahkan pada 1787, bangsawan Bugis-Paser sempat membantu ahli waris Kesultanan Banjar dalam perebutan kekuasaan.

*Kesimpulan Sejarawan*

Masuknya pengaruh Bugis di Paser bukan melalui penaklukan, melainkan *aliansi, perdagangan, dan perkawinan*. Tujuannya menjaga stabilitas politik dan keseimbangan kekuasaan antar kerajaan di Kalimantan dan Sulawesi.

Hingga kini jejak itu masih terasa. Adat, bahasa, dan gelar kebangsawanan Bugis masih hidup berdampingan dengan budaya Paser dan Kutai.

*TIMELINE SINGKAT*

**Tahun** **Peristiwa**

**Abad 4 M** Kerajaan Kutai Martadipura berdiri, kerajaan Hindu tertua di Nusantara

**Abad 13** Muncul Kerajaan Kutai Kertanegara di Kutai Lama

**1620** Kutai berada di bawah pengaruh Kesultanan Makassar

**1636** Kutai diklaim sebagai vasal Kesultanan Banjar

**1638** Sultan Makassar meminjam Paser & Kutai untuk berdagang

**1736** La Madukkeleng dari Wajo memegang pengaruh di Paser, lalu dipanggil pulang ke Wajo

**1738-1799** Pemerintahan Sultan Sepuh Alamsyah di Paser

**1768-1799** Sultan Dipati Anom Alamsyah menikah dengan Ratu Intan I binti Daeng Malewa

**Abad 18** Terjadi aliansi perkawinan Wajo-Paser-Kutai: Aji Putri Agung & Andi Riajang

Sumber: Wikipedia - Sejarah Paser, Kesultanan Paser, Kutai Kertanegara*  

*Penulis: Tim Redaksi IMC News Celebes magazine*

*Andi Rizal Tim redaksi IMC News Celebes Magazine Biro Samarinda*

*PASER* IMC News – Kabupaten Paser di Kalimantan Timur menyimpan jejak panjang peradaban. Dua nama besar yang mewarnai sejarahnya adalah *Kerajaan Kutai* sebagai kerajaan tertua di Nusantara, dan *pengaruh Kerajaan Bugis Wajo* yang masuk melalui jalur politik dan perkawinan pada abad ke-18.

*1. Kutai: Cikal Bakal Peradaban di Kalimantan*

Kerajaan Kutai Martadipura berdiri sejak abad ke-4 Masehi di Muara Kaman. Bukti tertuanya adalah Prasasti Yupa peninggalan Raja Mulawarman. 

Memasuki abad ke-13, pusat kekuasaan bergeser ke Kutai Kertanegara di tepi Sungai Mahakam. Tahun 1635, Kutai Kartanegara menaklukkan Martapura. 

Pada 1620-an Kutai berada di bawah pengaruh Kesultanan Makassar, dan tahun 1636 diklaim sebagai vasal Kesultanan Banjar.

*2. Paser dan Jejak Bugis Wajo*

Kesultanan Paser sejak awal menjalin hubungan dagang dan politik dengan kerajaan-kerajaan besar. Titik balik pengaruh Bugis terjadi pada abad 18.

Tokoh kuncinya adalah *La Madukkeleng* dari Wajo. Tahun 1736 ia ditarik pulang ke Wajo oleh utusan La Dalle Arung Taa dengan membawa pasukan gabungan dari Kutai, Pagatan, dan Johor.

Pengaruh Bugis semakin mengakar lewat *perkawinan politik*:

1. *Aji Putri Agung*, putri La Maddukelleng, menikah dengan *Sultan Aji Muhammad Idris XIV dari Kutai*.

2. *Aji Doyah* dari Paser menikah dengan *Andi Sibengngareng* dari Wajo. Pesta adatnya diisi pembacaan Lontar Wajo dan tarian pencak silat Bugis.

3. Anak mereka, *Andi Riajang*, kembali menikah dengan Sultan Kutai dan menyatukan 3 garis darah: Wajo-Paser-Kutai.

Selain itu, *Sultan Dipati Anom Alamsyah* penguasa Paser 1768–1799 juga menikahi *Ratu Intan I binti Daeng Malewa* dari Cantung-Batulicin. Gelar "Daeng" menunjukkan darah kebangsawanan Bugis-Makassar.

Bahkan pada 1787, bangsawan Bugis-Paser sempat membantu ahli waris Kesultanan Banjar dalam perebutan kekuasaan.

*Kesimpulan Sejarawan*

Masuknya pengaruh Bugis di Paser bukan melalui penaklukan, melainkan *aliansi, perdagangan, dan perkawinan*. Tujuannya menjaga stabilitas politik dan keseimbangan kekuasaan antar kerajaan di Kalimantan dan Sulawesi.

Hingga kini jejak itu masih terasa. Adat, bahasa, dan gelar kebangsawanan Bugis masih hidup berdampingan dengan budaya Paser dan Kutai.

*TIMELINE SINGKAT*

**Tahun** **Peristiwa**

**Abad 4 M** Kerajaan Kutai Martadipura berdiri, kerajaan Hindu tertua di Nusantara

**Abad 13** Muncul Kerajaan Kutai Kertanegara di Kutai Lama

**1620** Kutai berada di bawah pengaruh Kesultanan Makassar

**1636** Kutai diklaim sebagai vasal Kesultanan Banjar

**1638** Sultan Makassar meminjam Paser & Kutai untuk berdagang

**1736** La Madukkeleng dari Wajo memegang pengaruh di Paser, lalu dipanggil pulang ke Wajo

**1738-1799** Pemerintahan Sultan Sepuh Alamsyah di Paser

**1768-1799** Sultan Dipati Anom Alamsyah menikah dengan Ratu Intan I binti Daeng Malewa

**Abad 18** Terjadi aliansi perkawinan Wajo-Paser-Kutai: Aji Putri Agung & Andi Riajang

Sumber: Wikipedia - Sejarah Paser, Kesultanan Paser, Kutai Kertanegara*  

*Penulis: Tim Redaksi IMC News Celebes magazine*

*Andi Rizal Tim redaksi IMC News Celebes Magazine Biro Samarinda*



*PT INDO MULTIMEDIA CELEBES RESMI LUNCURKAN JASA BROKER ALAT BERAT*  
*SOLUSI CEPAT PERANTARA SEWA & JUAL BELI UNTUK PROYEK DI SULSEL*

 

*PT INDO MULTIMEDIA CELEBES RESMI LUNCURKAN JASA BROKER ALAT BERAT*  
*SOLUSI CEPAT PERANTARA SEWA & JUAL BELI UNTUK PROYEK DI SULSEL*

*Makassar* – `PT Indo Multimedia Celebes` resmi memperluas layanan usahanya dengan meluncurkan `Jasa Broker Alat Berat`. Peluncuran ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk menjawab kebutuhan kontraktor, tambang, dan pengembang di Sulawesi Selatan.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang multimedia dan event, PT Indo Multimedia Celebes kini hadir sebagai perantara terpercaya untuk `sewa` dan `jual beli alat berat` seperti `Excavator, Bulldozer, Crane, Dump Truck, dan Loader`.

*LAYANAN UNGGULAN PT IMC:*
1.  `Broker Sewa & Jual Beli Alat Berat` - Proses cepat dan terpercaya
2.  `Penghubung Proyek` - Mempertemukan pemilik alat dengan pengguna
3.  `Dokumentasi Digital` - Video profil dan katalog alat untuk promosi profesional

*KEUNGGULAN:*
1.  `Jaringan Luas` di Sulawesi Selatan
2.  `Proses Transparan` dengan perjanjian tertulis dan legalitas jelas
3.  `Tanpa Biaya di Muka` - Komisi hanya dibayar jika transaksi terjadi
4.  `Didukung Tim Multimedia` - Promosi alat lebih menarik dan profesional

Direktur PT Indo Multimedia Celebes menyampaikan bahwa kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah akses alat berat bagi pelaku usaha, sekaligus membuka peluang kerja sama baru di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dan pelaku usaha dapat menghubungi `PT Indo Multimedia Celebes`.
Syamsuddin AR,
HP/WA
0857-5231-1375
Kamal Petta Pabbicara
HP/WA. 0812-4712-5259

*T NDO MULIMDIA CELEBES REM
o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

          


Posting Komentar

0 Komentar