*PANGLIMA KIJANG: SUKU DAYAK HARUS JADI TUAN DI TANAH SENDIRI DI ERA GLOBALISASI DAN PEMBANGUNAN KALIMANTAN*

                 

Ilustrasi

*PANGLIMA KIJANG: SUKU DAYAK HARUS JADI TUAN DI TANAH SENDIRI DI ERA GLOBALISASI DAN PEMBANGUNAN KALIMANTAN*

*Samarinda, 18 September 2026* – Di tengah percepatan pembangunan dan arus globalisasi di Kalimantan, tokoh adat *Panglima Kijang* menyoroti pentingnya peran serta masyarakat suku Dayak sebagai subjek utama pembangunan di wilayahnya sendiri.

Menurut Panglima Kijang, era globalisasi dan masuknya investasi besar-besaran ke Kalimantan tidak boleh membuat masyarakat adat Dayak tersisih. Justru suku Dayak harus mengambil peran strategis dalam struktur pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan.

*"Di era globalisasi dan struktur pembangunan yang masif di Kalimantan, orang Dayak harus menjadi tuan di tanah sendiri. Jangan hanya jadi penonton. Kita harus dilibatkan, punya kapasitas, dan mendapatkan manfaat yang adil dari pembangunan,"* tegas Panglima Kijang.

Ia menekankan 3 poin penting agar suku Dayak tidak tertinggal: 
1. *Penguatan SDM*: Anak muda Dayak harus dibekali pendidikan, keterampilan, dan akses ke sektor-sektor pembangunan seperti infrastruktur, energi baru terbarukan, dan ekonomi hijau.
2. *Perlindungan Hak Adat*: Tanah ulayat, hutan adat, dan kearifan lokal harus dihormati dalam setiap proyek pembangunan agar tidak menimbulkan konflik.
3. *Keterlibatan dalam Kebijakan*: Tokoh adat dan pemuda Dayak harus masuk dalam struktur pengambilan keputusan di tingkat daerah maupun nasional.

Panglima Kijang juga mengajak pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk membangun Kalimantan dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Pembangunan tidak hanya soal fisik, tetapi juga soal menjaga identitas, budaya, dan kelestarian lingkungan Dayak.

IMC News memandang pernyataan ini penting sebagai masukan bagi pemerintah pusat dan  dalam menyusun arah pembangunan Kalimantan ke depan, terutama menyongsong Ibu Kota Nusantara.

*Penulis Andi Rizal Tim Imc News- Biro Samarinda,*  Editor:
*Syamsuddin.AR*
*T NDO

ULDIA CLEB

E REM
o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

          




Posting Komentar

0 Komentar