*MIMBAR BUDAYA IMC NEWS:
Mengenal Prof. Dr. Halilintar Lathief, Sang Profesor Bissu dan Karaeng Gajang, Dua Penjaga Marwah Adat Bugis Makassar yang Mendunia*
*JUDUL FB VIRAL:*
*LUAR BIASA! Inilah Dua Soko Guru Adat Bugis Makassar: Prof. Dr. Halilintar Lathief - Profesor Bissu & Karaeng Gajang Sesepuh Adat yang Harumkan Sulsel Hingga Bali & Nusantara!*
*MIMBAR BUDAYA - IMC NEWS CELEBES MAGAZINE*
*PROF. DR. HALILINTAR LATHIEF & KARAENG GAJANG: DUA PENJAGA MARWAH ADAT BUGIS MAKASSAR YANG KONSISTEN JAGA BUDAYA SULSEL HINGGA KE MANCANEGARA*
*Makassar, IMC News - Celebes Magazine* - Di tengah gempuran modernisasi dan lunturnya nilai-nilai kearifan lokal, Sulawesi Selatan masih memiliki dua sosok penjaga marwah adat yang konsisten mengharumkan nama Bugis Makassar hingga ke panggung nasional dan internasional. Mereka adalah *Prof. Dr. Halilintar Lathief, M.Hum* dan *Drs. HM. Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang*.
Keduanya bukan sekadar nama, tapi adalah ensiklopedia berjalan tentang kebudayaan Bugis Makassar. Kapan pun ada event adat dan budaya besar, baik di Sulsel maupun di Nusantara, kedua tokoh ini hampir selalu hadir sebagai narasumber utama yang dinanti-nantikan.
*PROFIL 1: PROF. DR. HALILINTAR LATHIEF, M.HUM - SANG PROFESOR BISSU*
Bagi kalangan akademisi Unhas, UNM, dan Unismuh Makassar, nama Prof. Dr. Halilintar Lathief bukanlah nama asing. Beliau adalah seorang Profesor, Doktor Budaya Bugis-Makassar yang telah mendedikasikan separuh hidupnya untuk meneliti khazanah kebudayaan leluhur.
- *Nama Lengkap:* Prof. Dr. Halilintar Lathief, M.Hum
- *Asal:* Sulawesi Selatan, Suku Bugis-Makassar
- *Kepakaran:* Budayawan, Peneliti Bissu, Antropolog Budaya Bugis, Filolog Lontara
- *Karya Monumental:* Buku *"Bissu: Pergulatan dan Peranannya di Masyarakat Bugis" (2004)* yang diterbitkan oleh Desantara Depok.
Buku setebal ratusan halaman ini adalah karya masterpiece yang hingga hari ini menjadi rujukan utama nasional dan internasional tentang Bissu. Dari buku inilah nama Prof. Halilintar Lathief meledak sebagai pakar Bissu paling otoritatif di Indonesia. Tidak ada penelitian tentang Bissu di Indonesia yang tidak mengutip nama beliau.
Di jurnal-jurnal ilmiah Unhas, UNM, UGM, hingga UI, nama beliau selalu dikutip sebagai sumber primer tentang:
*1. Bissu Bugis:* Sebagai pendeta, penjaga spiritual, dan gender kelima dalam masyarakat Bugis yang keberadaannya hampir punah. Prof. Halilintar adalah salah satu dari sedikit akademisi yang berhasil masuk ke dalam komunitas Bissu dan merekam ritual suci mereka secara etnografis.
*2. Lontara & I La Galigo:* Beliau adalah salah satu pembaca dan penafsir Lontara terbaik di Sulsel. Epos I La Galigo yang merupakan karya sastra terpanjang di dunia, yang dirangkum dan dikupulkan oleh Tjolli Pujie asal Kabupaten Barru itu dikajinya dengan pendekatan antropologi budaya yang mendalam.
*3. Ritual Adat Bugis-Makassar:* Mulai dari Mappalili, Mappadendang, Accera Kalompoang di Gowa, hingga Rambu Solo di Toraja, semua dikuasai dengan detail.
*4. Nilai Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, Sirik na Pacce:* Inilah inti ajaran Bugis-Makassar yang terus beliau gaungkan agar tidak hilang ditelan zaman. Menurut beliau, Sipakatau (saling memanusiakan manusia) adalah esensi tertinggi dari manusia Bugis Makassar.
Meski bukan dosen tetap di Unismuh Makassar, Prof. Halilintar Lathief sangat dikenal di kampus Muhammadiyah tersebut. Ia sering diundang sebagai dosen tamu, pembicara kunci di seminar kebudayaan, dan penguji eksternal untuk mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah di Pascasarjana Unhas, UNM, dan Unismuh.
Gayanya yang santun, lugas, dan kaya data membuat setiap ceramahnya selalu dipadati mahasiswa dan budayawan.
*PROFIL 2: DRS. HM. HATTA HAMZAH, MM KR. GAJANG - SANG KARAENG GAJANG*
Jika Prof. Halilintar Lathief adalah penjaga budaya dari sisi akademis, maka *Drs. HM. Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang* adalah penjaga budaya dari sisi adat dan trah kebangsawanan.
Pria yang akrab disapa *Karaeng Gajang* ini adalah sesepuh adat Bugis Makassar yang kharismatik dan sangat dihormati. Gelar Karaeng Gajang bukan gelar sembarangan, melainkan gelar kebangsawanan dari Kerajaan Gowa yang diberikan atas jasa dan darah bangsawan yang mengalir dalam dirinya.
Karaeng Gajang dikenal sebagai sosok yang tidak pernah absen di setiap acara adat dan budaya se-Nusantara. Rekam jejaknya:
- Hadir sebagai delegasi adat Sulsel di *Festival Adat Nusantara di Bali*
- Menjadi narasumber utama di *Pesta Adat Erau di Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur*
- Tampil di *Festival Keraton Nusantara di Jakarta*
- Dan puluhan event adat besar di Gowa, Bone, Wajo, Soppeng, hingga Luwu.
Dengan balutan baju bodo, jas tutup, dan songkok guru yang khas, Karaeng Gajang selalu tampil berwibawa. Orasinya tentang adat selalu memukau, karena ia tidak hanya bicara teori, tapi ia adalah pelaku adat itu sendiri.
*DUET MAUT YANG SALING MELENGKAPI*
Menariknya, kedua tokoh ini sering menjadi duet maut dalam setiap pelaksanaan event adat dan budaya di Sulawesi Selatan.
Jika ada acara di Benteng Rotterdam, di Balla Lompoa Gowa, di Museum La Galigo, atau di Anjungan Pantai Losari, hampir pasti panitia akan mengundang keduanya.
Prof. Halilintar Lathief akan menjelaskan dari sisi filosofis, historis, dan akademis. Kemudian Karaeng Gajang akan melengkapinya dari sisi pelaksanaan adat, tata cara, dan nilai-nilai luhur yang harus dijaga.
"Inilah kolaborasi ideal. Satu dari menara gading akademisi, satu dari istana adat. Keduanya bertemu untuk satu tujuan: menjaga agar Bugis Makassar tidak kehilangan jati dirinya," ujar salah satu budayawan muda Makassar kepada IMC News.
Di era digital ini, di mana anak muda lebih mengenal budaya Korea daripada budaya Lontara, peran Prof. Halilintar Lathief dan Karaeng Gajang menjadi sangat vital. Mereka adalah jembatan antara masa lalu yang agung dan masa depan yang harus tetap berakar.
Tim Redaksi IMC News - Celebes Magazine berharap pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, baik Gubernur maupun Bupati/Walikota se-Sulsel, memberikan perhatian dan penghargaan yang lebih layak kepada dua maestro budaya ini. Mereka adalah pahlawan kebudayaan yang sesungguhnya, yang menjaga Sulsel tetap beradab dan berbudaya.
Semoga Prof. Dr. Halilintar Lathief dan Drs. HM. Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang senantiasa diberi kesehatan, umur panjang, dan terus menjadi obor penerang bagi generasi muda Bugis Makassar. Budaya adalah identitas, dan tanpa budaya, kita bukan siapa-siapa.
*Penulis & Investigasi Budaya:*
*KAMAL PETTA PABBICARA*
Pimpinan Umum IMC News - Celebes Magazine
Budayawan & Jurnalis Investigasi Sulsel
*#IMCNews #CelebesMagazine #MimbarBudaya #ProfHalilintarLathief #BissuBugis #KaraengGajang #HattaHamzah #AdatBugisMakassar #BudayaSulsel #Lontara #LaGaligo #Sipakatau #SirikNaPacce #Gowa #Makassar #BudayawanSulsel*
o Berantas Bos
I
5







0 Komentar