*PESAN KERAS SESEPUH ADAT DRS. HM.HATTA HAMZAH, MM. KR. GAJANG UNTUK IKN: JANGAN BANGUN IBU KOTA DI ATAS PUING ADAT DAYAK, KUTAI, DAN BUGIS - BIRO KALTIM IMC NEWS SIAP KAWAL*

                  


       *PESAN KERAS SESEPUH ADAT DRS. HM.HATTA HAMZAH, MM. KR. GAJANG UNTUK IKN: JANGAN BANGUN IBU KOTA DI ATAS PUING ADAT DAYAK, KUTAI, DAN BUGIS - BIRO KALTIM IMC NEWS SIAP KAWAL*

*PENAJAM PASER UTARA - SAMARINDA, IMC NEWS CELEBES MAGAZINE -* 

*Drs. H. M. Hatta Hamzah, MM. - Kr. Gajang*, sesepuh adat Bugis Makassar Sulawesi Selatan, akhirnya angkat bicara dengan nada keras dan penuh keprihatinan tentang pembangunan *Ibu Kota Nusantara (IKN)* di Kalimantan Timur. Pesan ini disampaikan khusus melalui jaringan *IMC NEWS CELEBES MAGAZINE - BIRO KALIMANTAN TIMUR* yang bermarkas di Samarinda.

Rilis ini disusun oleh *SYAMSUDDIN AR*, atas arahan langsung *KAMAL PETTA PABBICARA (KETUM)*, serta data lapangan dari *MUNANDAR STENLY (KABIRO KALTIM)* dan *ANDI RIZAL (WAKABIRO KALTIM)*.

*IKN JANGAN JADI JAKARTA JILID 2 YANG KEHILANGAN JIWA ADAT*

"Anak-anakku sekalian, dengarkan saya. Saya ini orang tua, saya sudah makan asam garam adat," buka Kr. Gajang dengan suara berwibawa.

"Saya mendukung IKN 100%. Sebagai anak bangsa, siapa yang tidak bangga punya ibu kota baru yang megah di hutan Borneo. Tapi saya titip satu hal: *Jangan bangun Ibu Kota Nusantara di atas puing-puing adat istiadat suku asli di sana. Jangan bangun istana megah di atas air mata Suku Dayak dan Suku Kutai.*"

Menurut Kr. Gajang, Jakarta adalah contoh buruk. Di Jakarta, adat Betawi hampir hilang, tergusur oleh gedung-gedung. Jangan sampai hal yang sama terjadi di IKN. Di Penajam Paser Utara, di Kutai Kartanegara, di sana ada Suku Dayak Paser, Dayak Kenyah, Suku Kutai, Suku Banjar, dan saudara kita perantau Bugis Makassar yang sudah puluhan tahun membangun Kaltim.

"Kalau IKN hanya diisi oleh investor dan pendatang yang hanya cari uang, lalu masyarakat adat Dayak hanya jadi penonton di tanahnya sendiri, hanya jadi tukang parkir di depan mall yang berdiri di atas tanah ulayatnya, maka IKN itu akan kutuk, tidak akan berkah," tegas Kr. Gajang.

*TIGA PESAN KERAS KR. GAJANG UNTUK PRESIDEN DAN OTORITA IKN*

Dalam rilis ekstra panjang ini, Kr. Gajang menitipkan tiga pesan keras yang wajib didengar oleh pemerintah pusat:

*PESAN 1: UNTUK SUKU DAYAK - JAGA HUTAN, JANGAN JUAL TANAH ADAT*
"Pesan saya untuk saudara-saudaraku Suku Dayak di Kaltim, yang saya sangat hormati karena menjaga hutan Borneo. Tolong jangan jual tanah adatmu. Hutan itu bukan warisan nenek moyangmu, tapi titipan cucu-cucumu. Sekali kau jual tanah ulayat, selamanya anak cucumu akan jadi tamu di tanahnya sendiri. Gunakan adatmu, gunakan hukum adatmu untuk mempertahankan tanahmu. IMC News akan bantu kawal."

*PESAN 2: UNTUK SUKU KUTAI - JANGAN DIAM, BANGKIT JADI TUAN RUMAH*
"Kutai itu kerajaan tertua di Indonesia, Kutai Martadipura. Kalian adalah tuan rumah di tanah ini. Jangan diam saja. Ambil peran di IKN. Jadilah pejabatnya, jadilah pengusahanya, jadilah penjaga budayanya. Jangan biarkan sejarah Kutai hanya tinggal nama di museum."

*PESAN 3: UNTUK SUKU BUGIS MAKASSAR DI KALTIM - JANGAN JADI PENJAJAH BARU*
"Ini yang paling penting untuk anak-anakku, cucu-cucuku orang Bugis Makassar yang merantau di Kaltim, di Samarinda, Balikpapan, Berau. Ingat pesan leluhur: *'Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung'*. Jangan mentang-mentang kalian banyak, kalian sukses sebagai pengusaha sawit, batubara, lalu kalian tindas saudara Dayak dan Kutai. Haram hukumnya. Kalian harus jadi perekat. Prinsip kita *'Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge'* - saling memanusiakan, saling memuliakan, saling mengingatkan. Itu harus kalian bawa di Kaltim."

*RESPON BIRO KALTIM IMC NEWS*

Mendengar pesan keras ini, *KAMAL PETTA PABBICARA* selaku Ketua Umum langsung merespon dengan komitmen 100%.

"Ini adalah amanah dari orang tua kita, Kr. Gajang. Maka mulai hari ini, saya perintahkan kepada Kabiro Kaltim Munandar Stenly dan Wakabiro Andi Rizal: *Biro Kaltim IMC News harus menjadi jembatan tiga suku besar: Dayak - Kutai - Bugis Makassar*. Kita tidak boleh memihak. Berita kita harus adil," kata Kamal.

Munandar Stenly menambahkan, pihaknya akan segera membuat program khusus:

1.  *PROGRAM "ADAT IKN"* - Liputan khusus YouTube Celebes Magazine tentang ritual adat Dayak Paser (Belian, Hudoq) dan adat Kutai (EraU) yang ada di sekitar IKN.
2.  *PROGRAM "KAMPUNG BUGIS DI KALTIM"* - Mengangkat kisah sukses perantau Bugis yang rukun dengan warga Dayak.
3.  *POSKO ADUAN ADAT* - Biro Kaltim di Samarinda akan membuka posko bagi warga adat yang tanah ulayatnya diserobot oknum untuk kepentingan IKN.

"Foto kami di Jembatan Mahakam kemarin itu simbolnya. Jembatan itu menghubungkan seberang. Tugas kami sekarang menghubungkan Adat Dayak yang menjaga hutan, Adat Kutai yang menjaga kerajaan, dan Adat Bugis Makassar yang menjaga perantauan. Tiga-tiganya bersatu untuk IKN yang beradab," tutup Andi Rizal.

Semoga pesan dari sesepuh adat Drs. H. M. Hatta Hamzah, MM. Kr. Gajang ini sampai ke telinga para pengambil kebijakan di IKN dan menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa membangun ibu kota tidak cukup hanya dengan semen dan baja, tapi harus dengan adat dan budaya.

*Samarinda - Makassar, 11 Mei 2026*

*Hormat Kami,*

*SYAMSUDDIN AR - Redaktur Senior Peliput Adat Nusantara*
*MUNANDAR STENLY - Kepala Biro Kaltim*
*ANDI RIZAL - Wakil Kepala Biro Kaltim*

*Mengetahui & Menyetujui,*
*KAMAL PETTA PABBICARA*
*Ketua Umum - IMC NEWS CELEBES MAGAZINE - MEDIA ONLINE & YOUTUBE CHANNEL - CELEBES MAGAZINE*

*Mengabarkan Kebenaran, Merajut Kebhinekaan*






ULDIA CL


E REM


o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar