Barru Celebes Magazine.Com.-Setelah membaca dan mencermati "Bantahan dan Klarifikasi Pemerintah Kabupaten Barru" yang esensinya berisi",
membantah seluruh tuduhan dalam artikel opini "Yusdaliah Yusuf Iccu", menegaskan bahwa data kemiskinan 31,1% adalah kesalahan jurnalis, bukan pernyataan resmi Bupati.
Kami sadari bahwa klarifikasi ini menekankan komitmen pemerintah terhadap transparansi data dan kebijakan berbasis fakta yang juga merupakan etika yang kami anut berdasarkan "kode etik jurnalistik Indonesia".
Adapun Poin-Poin yang kami identifikasi:
1. Memuat Kesalahan Teknis oleh Jurnalis:
- Angka 31,1% kemiskinan disebutkan sebagai human error dalam peliputan, bukan pernyataan Bupati, dapat kami terimah dengan baik.
- Pemerintah menegaskan bahwa Bupati hanya menggunakan data resmi BPS (8,31% kemiskinan dan 0,26% kemiskinan ekstrem per 2024).
Prinsip penggunaan data tersebut, juga kami terimah dan telah menjadi kaidah utama yang kami lakukan
2. Data Resmi vs Tuduhan Manipulasi
- Data BPS 2024 menunjukkan kemajuan penurunan kemiskinan, bertolak belakang dengan angka dalam opini. Hal adanya perbedaan data tersebut menjadi bagian isi pertanyaan dalam artikel yang ditulis oleh kolumnis kami.
- Tuduhan "mark-up data untuk anggaran" dinyatakan tidak berdasar dan berpotensi mencemarkan nama baik tanpa bukti sah.
Mengenai hal ini, kami tidak sependapat, karena dalam artikel jelas tertulis seperti yang kami kutipkan dibawah ini, selengkapnya:
"Sementara itu kita juga bisa berpikir, bahwa ada kesengajaan mengekspos angka tersebut didepan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Dr. Robben Rico, dengan maksud tertentu, misalnya sebagai strategi untuk mendapatkan alokasi anggaran yang lebih besar. Jika betul demikian maka, betapa tidak berintegritasnya seorang bupati memaparkan data yang di mark-up untuk kepentingan pembangunan dengan potensi korupsi yang besar".
Secara keseluruhan, alinea tersebut tidak secara menuduh seseorang melakukan korupsi, tetapi kami menyajikan serangkaian dugaan yang mengarah ke kesimpulan bahwa Bupati telah melakukan tindakan yang tidak berintegritas dan berpotensi koruptif melalui manipulasi data anggaran.
Mohon disimak lagi, kami menulis kalimat menggunakan frasa, seperti:
- "jika betul demikian", -"betapa tidak berintegritasnya", dua frasa atau potongan kalimat tersebut untuk menyampaikan pertanyaan, "seandainya betul", itu merupakan kata yang tidak bisa diartikan tuduhan yang berkepastian, sebab kami sadar diperlukan bukti lebih lanjut untuk membuktikan kebenaran dugaan tersebut.
3. Komitmen Transparansi Pemerintah
- Setiap kebijakan dirumuskan berdasarkan data terverifikasi dari BPS dan lembaga terkait.
Hal tersebut diatas merupakan kaidah utama dalam mencantumkan data yang terverifikasi dari sumber resmi, juga merupakan upaya kami menghadirkan jurnalistik berkualitas di Barru.
- Pemerintah terbuka terhadap kritik membangun, tetapi menolak opini yang menggunakan informasi keliru.
Mengenai poin diatas, kami sangat hargai sebagai bagian dari upaya menghadirkan pemerintahan yang bersih, transparan dan berkeadilan, sementara Celebes Megazine berkomitmen tidak menggunakan data dan informasi yang tidak jelas sumbernya.
4. Imbauan untuk Media
- PEMDA menghargai peran media, namun mendorong verifikasi data sebelum publikasi untuk mencegah disinformasi dan keresahan publik.
Dalam hal poin diatas kami sependapat dan mendukung penuh himbauan tersebut.
Sebagai kesimpulan,
perdebatan seputar angka kemiskinan di Kabupaten Barru telah menghasilkan klarifikasi dari PEMDA yang membantah tuduhan manipulasi data.
Meskipun PEMDA mengakui adanya kesalahan teknis dalam pelaporan jurnalistik terkait angka kemiskinan 31,1%, Celebes Megazine tetap berpegang pada analisisnya yang menunjukan adanya potensi ketidakberesan berdasarkan konteks presentasi data tersebut dihadapan Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial.
Celebes Megazine menegaskan bahwa tulisan tersebut berupa analisis dan dugaan, bukan tuduhan pasti, dan menekankan pentingnya verifikasi data yang akurat sebelum publikasi.
Perbedaan data yang disajikan menunjukkan perlunya transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar dalam pengelolaan data publik.
Celebes Megazine berkomitmen pada jurnalistik yang bertanggung jawab dan akan terus berupaya menghadirkan informasi yang akurat dan berimbang.
Sebagai penutup kami sampaikan, Perbedaan persepsi terkait data kemiskinan di Kabupaten Barru menunjukkan pentingnya dialog konstruktif antara pemerintah dan media massa.
Celebes Megazine berharap klarifikasi ini dapat menjadi titik awal untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, serta mendorong praktik jurnalistik yang lebih bertanggung jawab.
Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik, kita dapat bersama-sama membangun Kabupaten Barru yang lebih baik dan sejahtera.
Barru, 9 Juni 2025.
Pimpinan Redaksi
Celebes Megazine.Com.
Anis Andriady.





0 Komentar