*Foto: Karaeng Manye / Dok. IMC News*

*GOWA, http://IMCNews.co.id* – Salah satu tokoh adat Gowa, Sultan Dg Manye yang akrab disapa Karaeng Manye, dikenal luas sebagai sosok yang memahami silsilah Kerajaan Kembar Gowa-Tallo. Sebagai keturunan langsung dari garis bangsawan Gowa, ia aktif mengedukasi generasi muda tentang sejarah dan nilai-nilai adat Makassar.

“Sejarah Gowa-Tallo itu satu kesatuan. Tidak bisa dipisahkan. Dua kerajaan tapi satu jiwa, _rua karaeng se’re ata_,” kata Karaeng Manye saat ditemui di kediamannya di Gowa, Jumat 13/6/2026.

*Penjaga Silsilah dan Tutur Lisan*  

Karaeng Manye menyebut pentingnya menjaga _rapang_ atau silsilah kerajaan agar tidak terputus. Menurutnya, banyak lontara dan manuskrip Gowa-Tallo yang masih tersimpan di keluarga-keluarga bangsawan dan perlu didokumentasikan.

“Saya belajar dari orang tua dan guru-guru adat. Sekarang tugas kita teruskan ke anak cucu. Kalau bukan kita yang jaga, siapa lagi?” ujarnya.


Ia juga sering diundang sebagai narasumber dalam diskusi budaya, sarasehan adat, dan acara _mappasili_ atau _attumateang_ di wilayah Gowa-Takalar. 


*Harapan untuk Generasi Muda*  

Di era digital, Karaeng Manye mendorong digitalisasi naskah lontara dan silsilah. “Anak muda sekarang lebih dekat dengan HP. Jadi sejarah Gowa-Tallo juga harus masuk ke YouTube, TikTok, Instagram. Biar mereka tidak lupa asal-usulnya,” tegasnya.


Budayawan Makassar, *Dr. Andi Faisal, S.S.,M.Hum*, menilai peran tokoh seperti Karaeng Manye penting untuk menjaga memori kolektif. “Penutur lisan itu arsip berjalan. Silsilah yang dihafal Karaeng Manye bisa jadi data pembanding lontara tertulis di museum,” kata Andi Faisal.


Karaeng Manye berharap Pemkab Gowa dan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulsel lebih aktif mendata dan memberi ruang bagi pelaku budaya. “Jangan sampai kita jadi tamu di tanah sendiri,” pungkasnya.


*Penulis: Mustafa Kamal*.


Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan


Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan