*Kamal Petta Pabbicara; *DIUSULKAN: AKSARA LONTARA BUGIS DIPELAJARI DARI SD HINGGA PERGURUAN TINGGI UNTUK MENJAGA IDENTITAS BANGSA*

                      


*Kamal Petta Pabbicara; *DIUSULKAN: AKSARA LONTARA BUGIS DIPELAJARI DARI SD HINGGA PERGURUAN TINGGI UNTUK MENJAGA IDENTITAS BANGSA*

*SULAWESI SELATAN* – _IMC News_ – Upaya pelestarian budaya lokal kembali mengemuka. Tokoh masyarakat dan pegiat budaya mengusulkan kepada *Dinas Pendidikan* agar *Aksara Bugis atau Lontara* dapat terus dipertahankan dan dipelajari secara sistematis mulai dari tingkat *Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi*.

Diketahui bahwa *Aksara Lontara* merupakan abjad ciptaan asli Suku Bugis. Aksara ini telah digunakan sejak zaman dahulu kala untuk menulis surat, naskah sastra, lontara kerajaan, hingga catatan sejarah.

Hingga saat ini, Lontara masih digunakan oleh generasi penerus orang Bugis sebagai identitas budaya dan bahasa. 

*Kebanggaan Bangsa Indonesia*

Aksara Lontara bukan hanya milik Suku Bugis, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya *Bangsa Indonesia*. Kelestariannya menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki peradaban tulisan yang unik dan telah ada jauh sebelum era digital.

"Kami bangga karena aksara ini adalah karya anak bangsa sendiri. Ini identitas kita. Kalau tidak kita yang jaga, siapa lagi," ujar salah satu pegiat budaya.

*Sudah Masuk Era Digital*

Kabar baiknya, saat ini *Aksara Lontara sudah tertanam di sistem iOS HP*. Artinya masyarakat, terutama generasi muda, sudah bisa mengetik dan menggunakan Lontara melalui ponsel.

Hal ini menjadi momentum penting agar pengajaran Lontara diperkuat di sekolah. Dengan begitu, siswa tidak hanya bisa membaca, tetapi juga menulis dan menggunakan aksara ini dalam kehidupan sehari-hari.

*Usulan Konkret ke Dinas Pendidikan*

Dalam usulan tersebut, diharapkan Dinas Pendidikan dapat:

1.  *Memasukkan Aksara Lontara* ke dalam muatan lokal kurikulum SD, SMP, dan SMA.

2.  *Menyediakan mata kuliah Lontara* di perguruan tinggi, khususnya jurusan Bahasa, Sejarah, dan Budaya.

3.  *Melatih guru* agar mampu mengajarkan Lontara dengan metode yang menarik bagi anak muda.

4.  *Mendorong lomba dan festival* menulis, membaca, dan digitalisasi Lontara.

Dengan langkah ini, diharapkan Aksara Lontara tidak punah, tetapi justru bangkit dan menjadi kebanggaan generasi Bugis dan Indonesia di masa depan.

*Tentang Aksara Lontara*  

Lontara adalah sistem tulisan tradisional masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar. Selain sebagai alat tulis, Lontara juga menjadi simbol jati diri, sastra, dan sejarah panjang peradaban di Sulawesi Selatan.

*#LestarikanLontara #AksaraBugis #DinasPendidikan #BudayaIndonesia #IMCNews*

_Penulis: Kamal Petta Pabbicara Tim Redaksi Pemberitaan IMC News Sulsel_

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

          

Posting Komentar

0 Komentar