*SAMARINDA, KALTIM - IMC News | TEROWONGAN SAMARINDA TUNGGU SLF - TARGET OPERASI AKHIR 2026*
*SAMARINDA, IMC News* - Masyarakat Kota Tepian kini menanti dengan penuh harapan. Megaproyek *Terowongan Samarinda* yang menembus bukit di kawasan Jalan Otto Iskandardinata dan Jalan Sultan Alimuddin dipastikan akan menjadi solusi utama pengurai kemacetan kronis yang selama ini menjadi keluhan warga.
Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Sekretaris Daerah Kota Samarinda, *Neneng Chamelia Shanti*, menegaskan pihaknya tetap optimistis terowongan tersebut akan beroperasi sesuai tenggat akhir tahun 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Neneng dalam keterangan persnya, Kamis (24/09/2026).
Menurut Neneng, saat ini Terowongan Samarinda tengah menjalani tahap paling krusial, yakni pengujian teknis intensif sebagai syarat penerbitan *Sertifikat Laik Fungsi (SLF)* dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tim ahli dari kementerian bahkan telah berada di Samarinda selama dua minggu untuk melakukan pemeriksaan lapangan secara menyeluruh hingga tahapan klarifikasi data.
"Dari tim pendahulu itu kemarin dua minggu ada di Samarinda. Ini tinggal rapat, ada yang via Zoom, ada juga yang langsung. Ada beberapa penjelasan dari kita, di-ACC sudah seperti itu," ujar Neneng.
Ia menjelaskan, seluruh catatan perbaikan teknis lapangan telah ditindaklanjuti oleh Pemkot Samarinda untuk memenuhi standar keselamatan dan kelayakan konstruksi. Komunikasi intensif terus dilakukan dengan tim ahli independen tersebut mengingat tim yang sama juga mengevaluasi proyek infrastruktur serupa di daerah lain di Indonesia.
"Ini masih kita komunikasikan dengan tim ahlinya, karena tim ahlinya ini khusus. Jadi ini hanya terkait dengan jadwal penyampaian seperti itu. Masih optimis target operasional di akhir tahun dan sejauh ini tidak ada kendala," tegas Neneng.
Terowongan Samarinda sendiri merupakan proyek strategis nasional daerah yang digadang-gadang menjadi terowongan pertama di Kalimantan Timur yang menembus bukit untuk konektivitas perkotaan. Selama ini, kawasan Otto Iskandardinata - Sultan Alimuddin dikenal sebagai titik kemacetan parah pada jam berangkat dan pulang kerja, terutama bagi warga dari Samarinda Seberang menuju pusat kota.
Jika beroperasi, terowongan ini tidak hanya memangkas waktu tempuh hingga 30 menit, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Samarinda Ulu dan sekitarnya. Warga pun menyambut antusias dan berharap tidak ada lagi penundaan.
Pemkot Samarinda memastikan, meski jadwal penyampaian rekomendasi akhir dari Kementerian PU bergeser dari proyeksi awal September, namun tahapan proyek tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Pemkot juga memastikan aspek keselamatan menjadi prioritas utama, sehingga SLF wajib terbit sebelum jalur dibuka untuk umum.
Di tengah penantian tersebut, Pemkot juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait manajemen rekayasa lalu lintas saat terowongan resmi dibuka, termasuk pengaturan kendaraan tonase besar yang selama ini menjadi penyebab kerusakan Jembatan Mahulu.
Masyarakat Samarinda kini tinggal menunggu hitungan minggu. Jika SLF terbit sesuai jadwal, maka akhir 2026 akan menjadi sejarah baru bagi Kota Samarinda sebagai kota pertama di Kalimantan yang memiliki terowongan perkotaan modern.
*Penulis: Syamsuddin.AR - Penasehat IMC News Celebes Magazine*
*Editor: Kamal Petta Pabbicara - Redaksi Pusat Makassar*
*PT. Indo Multimedia Celebes - http://www.imcnews.id
*#TerowonganSamarinda #SLFTerowongan #PemkotSamarinda #NenengChamelia #KaltimMaju #IMCNews #SamarindaTepian #KementerianPU*
o Berantas Bos
I


.jpg)





0 Komentar