**SERANGAN JILBAB DI DUNIA BARAT, ISLAM TETAP TEGUH DAN ACUH PADA BUDAYA BIKINI*
*MAKASSAR - IMC NEWS -* Di saat dunia Barat menggaungkan kebebasan berekspresi dan hak asasi manusia, ironi besar justru terjadi. Perempuan Muslim yang mengenakan jilbab di Eropa dan Amerika terus menjadi sasaran serangan, diskriminasi, dan pelarangan sistematis.
Di Prancis, Jerman, dan beberapa negara bagian Amerika, jilbab dilarang di sekolah, di tempat kerja, bahkan di kolam renang publik. Perempuan berjilbab diintimidasi di jalan, dicaci, dan dianggap sebagai ancaman. Kebebasan yang mereka banggakan ternyata hanya berlaku untuk yang sejalan dengan budaya mereka.
Inilah standar ganda Barat. Mereka menuntut dunia Islam untuk toleran, namun mereka sendiri gagal toleran terhadap keyakinan umat Islam.
Sebaliknya, lihatlah bagaimana dunia Islam bersikap. Di negara-negara Muslim, turis asing yang mengenakan bikini di pantai-pantai Bali, Lombok, Phuket, atau Dubai dibiarkan. Tidak ada serangan, tidak ada sweeping paksa, tidak ada pelarangan masuk pantai. Islam mengajarkan untuk menjaga pandangan, bukan untuk menyerang dan memaksa orang lain berpakaian sesuai keinginannya.
Umat Islam di seluruh dunia acuh dan tetap menghormati pilihan berpakaian perempuan Barat yang memakai bikini. Prinsipnya jelas: bagimu pakaianmu, bagiku pakaianku. Tidak ada fatwa untuk menarik paksa bikini di pantai.
Fakta ini membuktikan siapa yang sebenarnya toleran dan siapa yang intoleran.
Jilbab adalah kehormatan, identitas, dan ketaatan. Bukan simbol penindasan seperti yang dipropagandakan media Barat. Jika Barat benar-benar percaya pada kebebasan, maka biarkan perempuan Muslim bebas berjilbab tanpa rasa takut.
Islam tidak pernah menyerang bikini di dunia Barat, sudah saatnya dunia Barat berhenti menyerang jilbab.
*Laporan: Redaksi IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*
o Berantas Bos
I


.jpg)





0 Komentar