EDISI KHUSUS BUDAYA* *WACANA PAMERAN AKBAR ADAT DAN BUDAYA BUGIS MAKASSAR DI BENTENG PANYUA PORT ROTTERDAM MAKASSAR : DRS HM. HATTA HAMZAH,MM KR. GAJANG GAGAS PESTA PERADABAN, UNDANG YANG DIPERTUAN AGUNG PANGERAN EDWARD PERNONG RAJA LAMPUNG*

          


       EDISI KHUSUS BUDAYA*

*WACANA PAMERAN AKBAR ADAT DAN BUDAYA BUGIS MAKASSAR DI BENTENG PANYUA PORT ROTTERDAM MAKASSAR : DRS HM. HATTA HAMZAH,MM KR. GAJANG GAGAS PESTA PERADABAN, UNDANG YANG DIPERTUAN AGUNG PANGERAN EDWARD PERNONG RAJA LAMPUNG*

*Makassar - IMC News Celebes Magazine,* Sebuah wacana akbar yang akan menjadi tonggak sejarah kebangkitan kembali peradaban Bugis Makassar di era modern tengah digodok dengan serius. Adalah *Benteng Panyua, Kompleks Port Rotterdam, Kota Makassar*, yang digadang-gadang akan menjadi pusat perhatian nasional bahkan internasional sebagai lokasi *Pameran Akbar dan Festival Adat dan Budaya Bugis Makassar.*

Wacana monumental ini lahir dari keprihatinan sekaligus kecintaan yang mendalam terhadap warisan leluhur yang mulai terpinggirkan oleh arus modernisasi. Adalah tokoh adat, budayawan, dan pemerhati sejarah Sulawesi Selatan yang sangat dihormati, *Drs. H.M. Hatta Hamzah, MM Kr.Gajang*, yang tampil sebagai pemrakarsa utama dalam ajang prestisius ini.

Kepada Redaksi IMC News Celebes Magazine, 
Kr.Gajang menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan segera membentuk rapat akbar pembentukan panitia. Rapat tersebut akan melibatkan berbagai unsur: pemangku adat, budayawan, akademisi sejarah UNHAS dan UIN, komunitas pusaka, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, Balai Pelestarian Kebudayaan, hingga pelaku UMKM budaya.

"Benteng Panyua itu bukan sekadar tumpukan batu kolonial. Di sanalah denyut nadi Makassar bermula. Sudah saatnya kita kembalikan Benteng Panyua sebagai pusat peradaban, pusat edukasi, dan pusat kebanggaan orang Bugis Makassar," ujar Drs. HM. Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang dengan nada tegas.

*APA SAJA YANG AKAN DIPAMERKAN?*

Panitia pemrakarsa membocorkan bahwa pameran ini tidak akan main-main. Konsepnya adalah pameran hidup (living museum), bukan hanya memajang benda mati. Pengunjung akan diajak menyelami langsung filosofi dan tuah dari setiap benda.

Adapun benda-benda pusaka dan kekayaan budaya yang bakal menjadi primadona pameran antara lain:

*1. Benda Pusaka Badik Bugis Makassar:* Ratusan bilah Badik Luwu, Badik Makassar, dan Badik Bugis dengan berbagai pamor legendaris seperti Pamor Bunga Pejje, Pamor Laso Api, dan Pamor Urang Sulapa akan dipamerkan. Setiap badik akan dilengkapi dengan silsilah, tuah, dan cerita pemiliknya.

*2. Pakaian Adat Bugis Makassar:* Mulai dari kemegahan *Baju Bodo* 7 lapis warna-warni untuk perempuan, hingga kegagahan *Jas Tutu, Jas Pejje, dan Lipa Sabbe Garusu* untuk laki-laki. Ini adalah simbol status sosial dan kebesaran.

*3. Mahkota Kebesaran Songkok Recca / Songkok Pamiring:* Topi kebesaran yang terbuat dari anyaman serat lontar berlapis emas murni. Semakin tinggi dan semakin berkilau recca-nya, semakin tinggi pula derajat kebangsawanan pemakainya. Akan dipamerkan koleksi langka berusia ratusan tahun.

*4. Pakkacaping dan Alat Musik Tradisional:* Alat musik petik khas Bugis yang merdu, bersama dengan Kacapi, Pa'gellu, Anklung Patorani, dan Gandrang Bulo.

*5. Warisan Tak Benda Lainnya:* Manuskrip lontara kuno La Galigo (terpanjang di dunia), perhiasan emas Bangkara, anyaman sutra Sengkang, serta atraksi langsung Angngaru, Pa'duppa, dan Pa'gandrang Bulo.

*AKAN DIHADIRI RAJA SE-NUSANTARA*

Yang membuat wacana pameran ini semakin sakral dan dinanti adalah rencana panitia untuk mengundang tokoh adat tertinggi di Nusantara.

Rencananya, pembukaan dan peresmian pameran atau festival adat Bugis Makassar ini akan mengundang secara resmi *Paduka Yang Mulia Yang Dipertuan Agung Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, Raja Lampung, selaku Ketua Umum Aliansi Kerajaan Nusantara dan Ketua Adat dan Budaya Se-Nusantara.*

Kehadiran Paduka YM Pangeran Edward Pernong diharapkan menjadi perekat persatuan antara Kerajaan-kerajaan di Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Lampung hingga Bugis Makassar, bahwa adat dan budaya adalah pemersatu bangsa.

Selain itu, akan diundang pula para Datu, Karaeng, Opu, Andi, dan Sultan dari seluruh Sulawesi Selatan, serta Menteri Kebudayaan RI, Gubernur Sulsel, dan Walikota Makassar.

Drs. HM.Hatta Hamzah, MN Kr. Gajang menegaskan, "Tujuan akhir kita adalah Makassar menjadi Ibu Kota Budaya Indonesia Timur. Pameran Akbar di Benteng Panyua ini adalah langkah awal. Kita ingin anak cucu kita bangga berkata: Saya Bugis Makassar!"

Pihak panitia kini terus mematangkan konsep, perizinan, dan kurasi benda pusaka agar pameran ini berjalan dengan khidmat, aman, dan berkelas dunia.

*Penulis: Kamal Petta Pabbicara*
*Editor: Redaksi Pelaksana IMC News - Celebes Magazine*

*Tag: #PameranAdatBugisMakassar #BentengPanyua #PortRotterdam #KaraengGajang #IMCNewsCelebes #BudayaSulsel #BadikPusaka #SongkokRecca*

ULDIA CL


E REM

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar