*KAMPOENG BUDAYA KKASS MAROS 2026 SIAP DIGELAR: TUDANG SIPULUNG DAN SEMINAR BUDAYA KERUKUNAN KELUARGA WIJA ARUNG SULAWESI SELATAN DI RUANG POLA MAROS*

             


       *KAMPOENG BUDAYA KKASS MAROS 2026 SIAP DIGELAR: TUDANG SIPULUNG DAN SEMINAR BUDAYA KERUKUNAN KELUARGA WIJA ARUNG SULAWESI SELATAN DI RUANG POLA MAROS*

Andi Faisal Karaeng Raja Bangkala Jadi Tamu Kehormatan - KKASS Maros Bangkitkan Kembali Marwah Wija Arung di Bumi Butta Salewangang

*MAROS, IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE | 20 Oktober 2026 -* Gaung pelestarian budaya Bugis Makassar kembali menggema dari Kabupaten Maros. Panitia resmi merilis undangan *KAMPOENG BUDAYA KKASS MAROS 2026* yang akan dipusatkan di *Ruang Pola, 18 Oktober 2026*. Ajang ini diinisiasi oleh *Kerukunan Keluarga Wija Arung Sulawesi Selatan (KKASS) Kabupaten Maros*.

Dari foto undangan resmi yang diterima redaksi IMC News - Celebes Magazine di Fort Rotterdam Makassar, terlihat jelas undangan kehormatan ditujukan kepada tokoh adat kharismatik *Andi Faisal Karaeng Raja Bangkala Di Tempat*. Kehadiran Karaeng Raja Bangkala diprediksi menjadi magnet utama acara ini.

*APA ITU KKASS?*

Bagi pembaca Celebes Magazine yang belum tahu, *KKASS adalah Kerukunan Keluarga Wija Arung Sulawesi Selatan*. Artinya adalah kumpulan keluarga besar keturunan bangsawan dan Arung (Raja-Raja) di Sulawesi Selatan - dari Luwu, Bone, Gowa, Wajo, Soppeng, hingga Arung Maros sendiri.

KKASS bukan organisasi politik, melainkan organisasi pelestari budaya. Tujuannya:

1.  Menjaga silsilah dan lontara keluarga Arung agar tidak putus
2.  Menjaga adat istiadat *Pangadereng dan Ade'*
3.  Menjadi wadah Tudang Sipulung (duduk bersama) antar Wija Arung
4.  Menjadi jembatan antara adat dan pemerintah

*DUA AGENDA BESAR: SEMINAR BUDAYA DAN TUDANG SIPULUNG*

Acara Kampoeng Budaya KKASS Maros 2026 dikemas dalam dua agenda utama:

*1. SEMINAR BUDAYA*
Akan membahas tema-tema krusial:
- Eksistensi Wija Arung di Era Digital
- Peran Lontara' dan Silsilah dalam Memperkuat Identitas Maros
- Kampoeng Budaya sebagai Destinasi Wisata Budaya Baru di Maros
- Sinergi KKASS dengan Pemerintah Kabupaten Maros dan BRIN untuk riset budaya

Narasumber yang diundang adalah para akademisi Unhas, periset BRIN, budayawan Fort Rotterdam, dan para Arung se-Sulawesi Selatan.

*2. TUDANG SIPULUNG KKASS*
Tudang Sipulung adalah tradisi Bugis yang paling sakral. Artinya duduk bersama untuk bermusyawarah, menyelesaikan masalah tanpa konflik, dengan hati yang dingin. Di Maros, Tudang Sipulung KKASS akan membahas:
- Penguatan struktur KKASS Kabupaten Maros
- Persiapan Festival Budaya Arung se-Sulsel
- Rencana pembangunan Kampoeng Budaya permanen di Maros sebagai pusat edukasi

*MENGAPA DI MAROS?*

Maros memiliki posisi sangat strategis dalam sejarah Arung. Maros adalah pintu gerbang Kerajaan Marusu' dan pernah menjadi bagian penting dari Kerajaan Gowa. Banyak Arung Maros yang memiliki hubungan darah langsung dengan Arung Bone dan Karaeng Gowa. Dengan topografi yang indah - karst Rammang-Rammang, Leang-Leang, dan Bantimurung - Maros sangat pantas menjadi Kampoeng Budaya.

*ANDI FAISAL KARAENG RAJA BANGKALA - TOKOH YANG DINANTIKAN*

Kehadiran *Andi Faisal Karaeng Raja Bangkala* sebagai tamu kehormatan bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu Wija Arung yang sangat dihormati dan memiliki jaringan luas di kalangan Karaeng dan Arung, kehadiran beliau menjadi simbol restu adat. Redaksi IMC News mencatat, Andi Faisal dikenal sebagai tokoh yang aktif menjaga adat *Siri Na Pacce* dan semangat *Kualleangngangi Tallanga Na Towalia - Sekali Layar Terkembang Pantang Biduk Surut Ke Pantai*.

*KATA REDAKSI IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*

Kamal Petta Pabbicara, Pemimpin Redaksi IMC News yang bermarkas di Fort Rotterdam, memberikan apresiasi: "KKASS Maros telah melakukan langkah berani. Kampoeng Budaya adalah konsep yang kita butuhkan. Budaya tidak boleh hanya jadi undangan yang disimpan dalam plastik, tapi harus hidup di kampungnya sendiri. Kami dari Celebes Magazine siap mengawal pemberitaannya secara ekstra panjang dan mendalam."

*PESAN MORAL DI BAWAH UNDANGAN*

Di bagian bawah undangan tertulis kalimat mulia yang menjadi ciri khas orang Bugis Makassar: *"MOHON MAAF APABILA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN NAMA/GELAR"*. Ini adalah bentuk dari *Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge* - saling memanusiakan, saling memuliakan, saling mengingatkan. Kerendahan hati di atas gelar kebangsawanan.

*PENUTUP*

Kampoeng Budaya KKASS Maros 2026 di Ruang Pola pada 18 Oktober 2026 diprediksi akan dihadiri ratusan Wija Arung dari berbagai daerah, Bupati Maros, Kepala Dinas Kebudayaan, dan perwakilan KKASS dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel.
Penulis: Kamal Petta Pabbicara 
*Tim Redaksi IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*


*Tag: #KKASS #KampoengBudaya #Maros2026 #TudangSipulung #WijaArung #AndiFaisalKaraengRajaBangkala #IMCNews #CelebesMagazine #FortRotterdam*



ULDIA CL


E REM

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar