*DRS. HM HATTA HAMZAH, MM Kr. GAJANG UCAPKAN SELAMAT HARI JADI SULAWESI SELATAN KE-357: SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI*
*MAKASSAR, IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE -* Hari bersejarah bagi seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Pada *19 Oktober 2026*, Provinsi Sulawesi Selatan genap berusia *357 Tahun* - dihitung sejak *19 Oktober 1669*, momentum bersejarah terbentuknya pemerintahan di tanah Bugis Makassar. Dari balik dinding kokoh *Fort Rotterdam Makassar*, tokoh kharismatik Bugis Makassar *Drs. HM Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang* menyampaikan ucapan selamat yang penuh makna filosofis.
*"SELAMAT HARI JADI SULAWESI SELATAN KE 357. SEKALI LAYAR TERKEMBANG PANTANG BIDUK SURUT KE PANTAI (Kualleangngangi Tallanga Na Towalia) - SIRI NA PACCE. Arteko Arlam"*
Pesan singkat namun dalam itu langsung viral di grup-grup WhatsApp KKSS, WhatsApp Group Celebes Culture, dan menjadi status para tokoh Sulsel di Fort Rotterdam.
*MAKNA MENDALAM: KUALLEANGNGANGI TALLANGA NA TOWALIA*
Menurut penuturan Kr. Gajang kepada IMC News, pepatah Makassar *Kualleangngangi Tallanga Na Towalia* bukan sekadar kata-kata pelaut. Ini adalah sumpah hidup orang Bugis Makassar:
"Kalau layar sudah kita kembangkan, pantang biduk surut kembali ke pantai. Maju terus. Itu semangat pelaut Bugis Makassar yang membuat Phinisi bisa sampai ke Madagaskar, ke Australia, ke seluruh dunia. Sulsel di usia 357 tahun harus punya semangat itu - tidak boleh mundur, tidak boleh ragu membangun."
Pepatah ini identik dengan pepatah Bugis *"Sekali Layar Terkembang"* yang juga diadopsi sebagai semboyan Provinsi Riau, namun akarnya adalah dari pelaut Makassar.
*SIRI NA PACCE - NAFAS SULAWESI SELATAN*
Kr. Gajang menegaskan, usia 357 tahun Sulsel harus diukur bukan hanya dengan pembangunan fisik - jalan tol, stadion, dan pelabuhan - tetapi dengan tegaknya *Siri Na Pacce*.
- *Siri'* adalah harga diri, malu jika melakukan kejahatan, malu jika tidak menjaga amanah.
- *Pacce'* adalah empati, rasa pedih melihat penderitaan orang lain, solidaritas.
"Tanpa Siri Na Pacce, Sulsel hanya akan jadi provinsi yang besar secara ekonomi tapi kosong secara budaya. Di usia 357 ini, kita harus kembali ke Arteko Arlam - adat yang lurus, jalan yang benar," tegas Kr. Gajang.
*ARTEKO ARLAM - APA MAKNANYA?*
Dalam lontara Bugis, Arteko Arlam berarti prinsip hidup yang tidak bengkok, tidak curang. Lurus dalam niat, lurus dalam perbuatan. Ini pesan Kr. Gajang untuk generasi muda Makassar yang kini banyak merantau dan menjadi pemimpin di Jakarta, di Perancis, di seluruh dunia - agar tetap lurus.
*357 TAHUN: DARI 1669 KE 2026*
Sejarah mencatat, 19 Oktober 1669 adalah titik awal konsolidasi pemerintahan di Sulawesi Selatan pasca Perjanjian Bongaya 1667. Dari kerajaan-kerajaan besar Gowa, Bone, Luwu, Wajo, hingga menjadi Provinsi Sulawesi Selatan hari ini. Fort Rotterdam yang menjadi markas IMC News adalah saksi bisu 357 tahun perjalanan itu.
Di usia 357, Sulsel kini adalah:
- Provinsi dengan ekonomi terbesar di Kawasan Timur Indonesia
- Lumbung pangan nasional
- Pusat budaya Bugis Makassar yang diakui UNESCO lewat Phinisi dan I La Galigo
- Rumah bagi 9,5 juta jiwa dari 4 etnis besar: Bugis, Makassar, Toraja, Mandar
*DOA DAN HARAPAN*
Menutup rilisnya, Drs. HM Hatta Hamzah, MM Kr. Gajang berdoa: "Semoga Sulsel di usia 357 semakin maju, semakin sejahtera, tapi tidak pernah melupakan akar budayanya. Sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai. Sulsel harus terus maju."
Penulis: Kamal Petta Pabbicara
*Tim Redaksi IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE*
5









0 Komentar