MIMBAR AKADEMIK & GURU BESAR* TAMPARAN KERAS DARI GURU BESAR UNM! Prof. Darman Manda: Indonesia Kebanyakan Politik, Lupa Riset! Lihat Australia Saja Sudah Jauh Maju!

      

       MIMBAR AKADEMIK & GURU BESAR*

TAMPARAN KERAS DARI GURU BESAR UNM! Prof. Darman Manda: Indonesia Kebanyakan Politik, Lupa Riset! Lihat Australia Saja Sudah Jauh Maju!

*MAKASSAR, IMC NEWS - Celebes Magazine -* Sebuah pernyataan tegas, kritis, dan visioner datang dari salah satu guru besar terbaik yang dimiliki Universitas Negeri Makassar (UNM). Beliau adalah *Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum, Guru Besar Antropologi UNM.*

Dalam sebuah diskusi akademik yang eksklusif bersama Tim IMC News - Celebes Magazine di Kampus UNM Gunung Sari Makassar, Prof. Darman Manda melontarkan kritik membangun yang sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini.

Dengan nada prihatin namun penuh semangat, Sang Profesor berpesan:

> "Kita mestinya tidak tertinggal. Indonesia juga harus maju dan modern dalam mengembangkan pikiran untuk program masa depan seperti negara maju lainnya seperti di Eropa dan Amerika atau tidak perlu terlalu jauh mengambil contoh, lihat Australia saja misalnya tentang perkembangan teknologinya. Dimana saat Indonesia masih mengedepankan dunia politik ketimbang perkembangan riset dan teknologi."

Pernyataan ini sontak menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, dunia politik, dan arah pembangunan nasional kita.

*BEDAH PESAN PROF DARMAN MANDA - ANTARA POLITIK DAN RISET*

Menurut analisis antropologis Prof. Darman Manda, ada fenomena yang sangat mengkhawatirkan di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Energi bangsa, anggaran negara, dan pikiran generasi muda lebih banyak tersedot untuk urusan politik praktis, perebutan kekuasaan, kontestasi pemilu, dan perdebatan yang tidak produktif.

Sementara itu, di belahan dunia lain, seperti Australia yang merupakan tetangga terdekat kita, mereka sudah melompat jauh. Australia yang jumlah penduduknya hanya sekitar 27 juta jiwa, jauh di bawah Indonesia yang 280 juta jiwa, mampu menjadi raksasa riset dan teknologi dunia.

Australia menganggarkan dana riset yang sangat besar untuk bidang pertanian modern, teknologi kelautan, energi terbarukan, kecerdasan buatan (AI), dan antariksa. Hasilnya, mereka menjadi pengekspor teknologi, bukan hanya pengekspor bahan mentah.

"Lihat saja, mereka punya CSIRO - lembaga riset sekelas dunia. Mereka punya teknologi drone untuk pertanian, teknologi desalinasi air laut menjadi air minum, dan teknologi satelit. Kita? Masih sibuk dengan politik identitas," tegas Prof. Darman.

Hal yang sama juga terjadi di Eropa dan Amerika. Negara-negara di sana sudah berbicara tentang industri 5.0, quantum computing, bioteknologi, dan eksplorasi Mars. Sementara kita di Indonesia masih berkutat pada persoalan ijazah, bansos, dan politik transaksional.

*SOLUSI DARI GURU BESAR UNM - REVOLUSI PIKIRAN*

Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum yang dikenal sebagai antropolog yang sangat concern dengan pembangunan budaya, menawarkan beberapa solusi konkret untuk pemerintah Indonesia:

1. *Revolusi Anggaran Riset:* Pemerintah harus berani mengalokasikan minimal 3-5% dari APBN untuk riset dan teknologi, seperti yang dilakukan negara-negara maju. Jangan lagi riset hanya dianggap sebagai pelengkap.
2. *Depolitisasi Kampus:* Kampus harus kembali menjadi menara gading ilmu pengetahuan, bukan menjadi cabang partai politik. Berikan kebebasan akademik sepenuhnya kepada dosen dan mahasiswa untuk berinovasi.
3. *Link and Match dengan Australia:* Tidak perlu jauh-jauh ke Amerika. Belajar saja dari Australia. Jalin kerjasama riset yang intensif antara UNM, Unhas, ITB, UI dengan University of Melbourne, ANU, dan University of Sydney.
4. *Modernisasi Cara Berpikir:* Masyarakat Indonesia harus didorong untuk berpikir futuristik, berpikir tentang program masa depan 20-50 tahun ke depan, bukan hanya berpikir untuk 5 tahun ke depan demi pemilu.

"Kita punya sumber daya alam yang melimpah, kita punya 280 juta manusia cerdas. Yang kita butuhkan hanyalah political will untuk mengubah haluan dari negara yang berorientasi politik menjadi negara yang berorientasi riset dan teknologi. Jika tidak, kita akan selamanya menjadi penonton di era modern ini," tutup Prof. Darman Manda.

Pernyataan Guru Besar Antropologi UNM ini patut menjadi renungan bagi kita semua, khususnya bagi para pembuat kebijakan di Senayan dan Istana.

Indonesia harus maju, Indonesia harus modern!

*Laporan: Tim Mimbar Akademik IMC News - Celebes Magazine Makassar*
*Penulis: Kamal Petta Pabbicara*
*Narasi Ilmiah: Prof. Dr. Darman Manda, M.Hum - Guru Besar Antropologi UNM*

ULDIA CL

E REM

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar