MIMBAR KEMANUSIAAN LIVE* *TRAGIS! Lansia 60 Tahun Kritis Terbakar Saat Buka Lahan 700 Meter di Samarinda - Pondok Hangus di Lereng Bukit, BPBD & Polri Evakuasi Darurat ke RSUD*

      


       MIMBAR KEMANUSIAAN LIVE*

*TRAGIS! Lansia 60 Tahun Kritis Terbakar Saat Buka Lahan 700 Meter di Samarinda - Pondok Hangus di Lereng Bukit, BPBD & Polri Evakuasi Darurat ke RSUD*

*SAMARINDA, IMC NEWS - Celebes Magazine -* Peristiwa tragis dan memilukan terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Seorang lansia berusia 60 tahun harus berjuang antara hidup dan mati setelah mengalami luka bakar serius saat membuka lahan kebun dengan cara dibakar.

Korban diketahui bernama *Lan Jemo (60), warga Jalan Anggur, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.*

Peristiwa yang menggemparkan warga Samarinda Ulu ini terjadi pada *Selasa, 13 Oktober 2026, siang hari.* Korban ditemukan dalam kondisi kritis dan mengalami luka bakar di sebuah lereng bukit, sekitar 20 meter dari pondok miliknya yang telah hangus terbakar menjadi abu.

*KRONOLOGI KEJADIAN - BUKA LAHAN 700 METER BERUJUNG PETAKA*

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tim Investigasi IMC News - Celebes Magazine Biro Kaltim Samarinda dari lapangan dan keterangan warga sekitar, pada hari kejadian, korban Lan Jemo berangkat ke kebunnya yang terletak di lereng bukit di kawasan Jalan Anggur.

Kebun seluas sekitar *700 meter persegi* tersebut memang sudah lama tidak digarap dan ditumbuhi semak belukar serta rumput ilalang yang tinggi. Seperti kebiasaan warga lokal pada umumnya, korban berniat membersihkan lahan tersebut dengan cara membakar semak agar lebih cepat bersih dan siap untuk ditanami.

Namun, apa yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Angin yang bertiup cukup kencang di lereng bukit membuat api yang semula kecil tiba-tiba membesar dan tidak terkendali. Api dengan cepat menyambar semak kering dan merambat ke pondok tempat korban biasa beristirahat.

Korban yang berada di tengah-tengah lahan diduga terjebak di antara kepungan api. Ia berusaha menyelamatkan diri, namun karena faktor usia dan medan lereng bukit yang terjal dan licin, korban tidak mampu bergerak cepat. Api menyambar tubuhnya.

Pondok kecil yang terbuat dari kayu dan beratapkan terpal itu pun ludes dilalap si jago merah. Asap hitam membumbung tinggi terlihat dari kejauhan dan mengundang perhatian warga sekitar.

*PROSES EVAKUASI DRAMATIS - TIM GABUNGAN BPBD, POLRI, DAN RELAWAN TURUN TANGAN*

Warga yang melihat kepulan asap segera menghubungi Ketua RT dan melapor ke *BPBD Kota Samarinda dan Polsek Samarinda Ulu.*

Tak butuh waktu lama, tim gabungan yang terdiri dari *BPBD Kota Samarinda, personel Kepolisian, dan para relawan kemanusiaan* langsung menuju lokasi kejadian. Medan yang sulit di lereng bukit membuat proses evakuasi berlangsung dramatis.

Petugas harus berjalan kaki menuruni lereng sekitar 20 meter untuk mencapai korban yang tergeletak lemah dalam kondisi kritis. Dengan menggunakan tandu darurat, korban kemudian dievakuasi dengan sangat hati-hati menuju ke atas bukit.

Dari atas bukit, korban langsung dilarikan menggunakan *Ambulans 118* menuju *RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda* untuk mendapatkan penanganan medis intensif akibat luka bakar serius yang dialaminya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam perawatan intensif di RSUD AWS Samarinda dan kondisinya dilaporkan kritis.

*PERINGATAN KERAS DARI IMC NEWS: JANGAN BUKA LAHAN DENGAN CARA MEMBAKAR!*

Redaksi IMC News - Celebes Magazine Biro Kaltim Samarinda turut prihatin mendalam atas musibah yang menimpa Bapak Lan Jemo.

Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi seluruh masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur, dan Indonesia pada umumnya, untuk *STOP membuka lahan dengan cara membakar!*

Di musim kemarau seperti sekarang ini, pembakaran lahan sangat berisiko tinggi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tidak terkendali, mengancam nyawa, merusak lingkungan, dan menimbulkan kabut asap yang membahayakan kesehatan.

Bagi para petani dan warga yang ingin membuka lahan, gunakanlah cara manual atau dengan bantuan alat berat, jangan dengan api. Jika terpaksa harus membakar, pastikan ada sekat bakar, siapkan air, dan jangan lakukan seorang diri di medan terjal.

Semoga Bapak Lan Jemo segera diberikan kesembuhan dan keluarga diberikan ketabahan.

*Laporan: Zulkiply Murad - Tim Investigasi IMC News - Celebes Magazine Biro Kaltim Samarinda*
Penulis Kamal Petta Pabbicara 
*Editor: Syamsuddin AR, S.sos*

ULDIA CL

E REM

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

       
5

Posting Komentar

0 Komentar