Mengungkap penemuan situs Purbakala dan taman pra sejarah di Sulawesi Selatan
Foto Mustafa Kamal: Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Sulawesi Selaran
Mustafa Kamal: *Temuan arkeologi di Manuba* ada di *Kompleks Makam Kuno Manuba, Desa Manuba, Kec. Mallusetasi, Kab. Barru, Sulsel*.
Ini situs bersejarah dari masa Islam awal di Barru, bukan zaman prasejarah.
1. *Lokasi Situs*
Situs terbagi 2 kompleks:
- *Situs Makam Kuno Pallae* - Dusun Pallae, luas ±1800 m², 265 makam
- *Situs Makam Kuno Allakkang* - Dusun Allakkang, ±1 km dari Pallae, luas ±1500 m²
Keduanya berada di ketinggian 5-10 m di atas permukaan laut.
2. *Temuan Utama*
Berdasarkan penelitian Balai Arkeologi Makassar, temuan di Manuba meliputi:
*A. Nisan dan Makam*
- *Nisan menhir* - batu tegak khas megalitik yang diadaptasi ke makam Islam
- *Nisan bentuk gada* - unik, bentuknya seperti gada/club
- *Nisan bentuk phallus* - simbol kesuburan yang masih dipakai di tradisi lokal
- *Bangunan makam berjirat ganda* - makam dari batu dengan pagar ganda
- *Nisan arca* - yang paling terkenal. Arca batu berbentuk manusia, diperkirakan makam bangsawan/ulama
*B. Ciri Khas*
Nisan arca di Manuba mirip dengan yang ditemukan di *Bau Mene, Karaeng Sengnge, Desa Beroang*. Ini menunjukkan ada tradisi pemakaman bangsawan dengan arca di wilayah Kerajaan Mallusetasi.
3. *Konteks Sejarah*
Situs ini terkait dengan *Kerajaan Mallusetasi*, salah satu dari 4 kerajaan yang membentuk Kabupaten Barru. Masa makam diperkirakan abad 16-18 M, saat Islam sudah masuk dan menyatu dengan tradisi lokal Bugis.
Nisan arca menunjukkan percampuran budaya: tradisi megalitik pra-Islam + Islam + seni lokal Barru.
4. *Kondisi Sekarang*
Situs masih ada dan bisa dikunjungi, tapi kurang dikenal dibanding Tugu 4 Payung. Belum ada museum atau pengelolaan resmi di lokasi.
Kalau kamu mau datang, lokasinya di Desa Manuba, Mallusetasi. Dari kota Barru sekitar 15-20 menit ke arah Parepare.
simbol di *nisan arca Manuba* punya makna gabungan antara tradisi Bugis pra-Islam, Hindu-Buddha, dan Islam awal.
Dari hasil penelitian di Situs Makam Kuno Manuba, ini maknanya:
1. *Nisan Arca / Patung Manusia*
- Bentuknya manusia berdiri, biasanya tanpa wajah detail. Ini ciri khas makam bangsawan/ulama di Mallusetasi abad 16-18 M.
- *Makna*: Simbol status sosial dan penghormatan. Di budaya Bugis-Makassar, hanya bangsawan tinggi yang boleh dimakamkan dengan nisan berbentuk arca.
- Uniknya, ini terjadi setelah Islam masuk. Jadi ada toleransi budaya lokal yang kuat di Barru waktu itu.
2. *Nisan Menhir*
- Batu tegak panjang tanpa ukiran.
- *Makna*: Warisan tradisi megalitik pra-sejarah. Menhir melambangkan “sumanga” atau roh leluhur yang tetap dijaga. Ketika Islam masuk, fungsinya diubah jadi penanda makam.
3. *Nisan Bentuk Gada*
- Bentuknya seperti gada/club pendek.
- *Makna*: Simbol kekuatan, kepahlawanan, dan perlindungan. Biasanya untuk makam panglima atau orang yang dianggap pemberani.
- Di Barru, gada juga simbol kepemimpinan kerajaan Mallusetasi.
4. *Nisan Bentuk Phallus*
- Bentuk silindris memanjang.
- *Makna*: Simbol kesuburan, kehidupan, dan kelangsungan keturunan. Ini pengaruh tradisi Austronesia kuno yang masih dipertahankan di Barru meski sudah Islam.
- Bukan vulgar, tapi dipahami sebagai doa agar keturunan almarhum terus berlanjut.
5. *Makam Berjirat Ganda*
- Makam dikelilingi pagar batu 2 lapis.
- *Makna*: Status sosial tinggi + perlindungan terhadap jasad. Semakin banyak lapis jirat, semakin tinggi kedudukan orang yang dimakamkan.
*Kenapa unik?*
Manuba menunjukkan akulturasi 3 lapisan budaya:
1. *Megalitik* → menhir, phallus
2. *Hindu-Buddha* → tradisi arca, bentuk gada
3. *Islam* → orientasi makam ke kiblat, tulisan Arab di beberapa nisan
Ini bukti kalau Islamisasi di Barru berjalan damai dan menyerap budaya lokal, bukan menghapusnya.
Kalau kamu ke sana, nisan arca paling terkenal ada di *Situs Pallae*.(Bersambung)





0 Komentar