*Pelaut Bugis: Dari Phinisi ke Samudra Dunia, Pelayar Ulung yang Menaklukkan Dunia*
(Warisan Bahari Nusantara, Suku Bugis Dikenal Sebagai "Viking-nya Asia Tenggara")
*MAKASSAR* - Selasa 23 Juni 2026 _IMCNews.id_
Kalau bicara pelaut ulung dunia, nama *Suku Bugis Sulawesi Selatan* wajib disebut. Sejak ratusan tahun, pelaut Bugis sudah menaklukkan samudra dari Australia Utara sampai Afrika Selatan, jauh sebelum GPS dan kompas modern ada.
*1. Gelar Dunia: "Viking-nya Asia Tenggara"*
Sejarawan dunia menjuluki pelaut Bugis sebagai *"Sea Gypsies"* dan *"Viking-nya Asia Tenggara"*. Keberanian + ilmu navigasi bintang mereka bikin bangsa Eropa kagum. Kapal dagang Belanda VOC saja segan berurusan kalau di laut lepas sudah ketemu armada pinisi Bugis.
*2. Kapal Pinisi: Kapal Layar Tradisional Terbesar Dunia*
Ciri khas pelaut Bugis = *Kapal Pinisi*. Kapal layar 7 tiang tanpa mesin ini disebut UNESCO sebagai warisan budaya. Dengan angin + bintang sebagai panduan, pelaut Bugis tembus Selat Makassar, Laut Banda, sampai perairan Australia. karena tiap tahun kapal Bugis datang berdagang teripang.
*3. Filosofi Pelaut: "Lontarak" + "Siri' Na Pesse"*
Pelaut Bugis tidak hanya jago melaut, tapi punya kode etik: *"Lontarak"* = kitab pelayaran berisi ilmu angin, arus, bintang. *"Siri' Na Pesse"* = harga diri + empati. Makanya di laut mereka disegani: berani mati, tapi setia kawan. Pepatah Bugis: _"Tellu'E ri aja na lewa"_ = Tiga yang tak boleh dilanggar pelaut: sumpah, janji, amanah.
*4. Mendunia Lewat Niaga & Eksplorasi*
Abad 17-19, pelaut Bugis kuasai jalur niaga rempah. Mereka yang buka rute Makassar → Singapura → Kalimantan → Australia. Tanpa pelaut Bugis, peta perdagangan Asia Tenggara beda cerita. Kini keturunan pelaut Bugis jadi nahkoda kapal internasional, pelaut niaga, bahkan TNI AL.
*Kesimpulan IMC News:*
Pelaut Bugis bukan sekadar "nelayan". Mereka adalah *arsitek bahari Nusantara*. Di era modern kapal baja + radar, ilmu pelayaran bintang Bugis tetap dipakai. Dunia mengakui, tapi anak Bugis sendiri jangan lupa.
*Pesan untuk generasi muda Bugis*: Laut bukan kuburan, laut adalah jalan rezeki leluhur. Jaga Pinisi, jaga Lontarak, jaga Siri' Na Pesse. Karena selama Bugis masih berani ke laut, nama Indonesia akan tetap disegani dunia.
*Penulis*: .Mf Kamal Petta Pabbicara Tim Liputan IMC News Celebes






0 Komentar