*Saoraja Lapinceng 1890: Istana Raja Terakhir Balusu yang Kini Jadi Cagar Budaya RI
MF.Kamal Petta Pabbicara Apresiasi Rumpun Keluarga Kerajaan Balusu - Sejarah Jangan Sampai Punah)
*Makassr* Rabu, 24 Juni 2026
*Saoraja Lapinceng*
Berdiri kokoh sejak tahun *1890* di DesaBalusu, Kec. Balusu, Kab. Barru, *Saoraja Lapinceng* adalah saksi hidup kejayaan *Kerajaan Balusu*. Istana megah ini dibangun oleh *Raja Terakhir Balusu: Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu* dan kini resmi jadi *Cagar Budaya RI sejak 1999*.
*1. Saoraja Lapinceng: Istana Warisan Petta Sulle Datue*
Saoraja Lapinceng bukan sekadar rumah adat. Ini pusat pemerintahan + simbol kedaulatan Raja Balusu akhir era kerajaan.
Ciri khasnya:
1. *Dibangun 1890* oleh Andi Muhammad Saleh Daeng Parani Arung Balusu - raja yang terkenal saleh, berani, dan membawa masa aman + pertanian melimpah
2. *Gelar Petta Sulle Datue*: Gelar kehormatan diberikan karena jasanya mempertahankan Kerajaan Soppeng dari serangan gabungan Wajo + Sidenreng "Perang Belo". Atas jasa itu beliau juga dipercaya jadi Panglima perang barat Soppeng
3. *Status Cagar Budaya*: Ditetapkan Kemendikbud RI tahun 1999. Artinya negara wajib jaga + lestarikan
Bupati Barru Ir. H. Suardi Saleh dua periode : 2017 - 2025* menegaskan saat acara "Gau Malebbina Lamassellomo Ponggawa Bone Laowe ri Luwu" 30 Juli 2023 di Saoraja Lapinceng:
"Saoraja Lapinceng bukti pernah eksis kerajaan di daerah ini sampai saat ini. Acara ini harus jadi momentum kesadaran bersama terhadap keberadaan sejarah Kerajaan Balusu"
Sejarah unik Balusu dimulai ketika rakyat sudah tidak sudi diperintah keturunan Gowa. Ketua adat lalu memohon ke Datu Soppeng. Karena semua anak laki-laki Datu Soppeng sudah menjabat, diutuslah anak perempuannya *Tenri Kaware* jadi *Ratu Balusu*.
Setelah Tenri Kaware memerintah beberapa tahun, tahta digantikan puteranya *Andi Muhammad Saleh*. Di tangan beliau, Balusu mencapai puncak: aman, sentosa, rakyat sejahtera. Pusat kerajaan lalu dipindah ke Lapasu, markas pertahanan di Bulu Dua tempat dibangun Saoraja Lamacang.
Petta Pabbicara: Selamatkan + Hidupkan Saoraja Lapinceng*
Status Cagar Budaya harusnya = pintu masuk wisata sejarah + edukasi.
mendesak:
1. *Pemkab Barru + Balai Pelestarian Cagar Budaya*: Segera restorasi Saoraja Lapinceng + pasang papan informasi digital QR Code sejarah Raja Balusu
2. *Dinas Pariwisata Barru*: Masukkan Saoraja Lapinceng ke paket "Jalur Wisata Kerajaan Barru" bareng Saoraja Barru + Tanete + Nepo
3. *Rumpun Keluarga Kerajaan Balusu*: Terus gelar "Gau Malebbina" tiap tahun. Itu cara paling ampuh transfer nilai ke generasi muda
"Kalau Saoraja Lapinceng runtuh, hilang sudah bukti fisik Raja Balusu berdaulat di Selat Makassar" tegas Petta Pabbicara Pemerhati Sejarah, Adat Dan budaya Bugis Makassar Sulawesi Selatan.
*Penutup:*
Saoraja Lapinceng 1890 = rumah Raja, tapi juga rumah sejarah orang Barru. Menjaganya = menjaga jati diri. Andi Muhammad Saleh Daeng Parani boleh wafat, tapi semangat "Petta Sulle Datue" harus hidup di tiap anak Balusu.
*Penulis*: MF.Kamal Petta Pabbicara Tim Pemerhati Sejarah, Adat dan Budaya Bugis Makassar Sulawesi Selatan.





0 Komentar