SAKRA & BERWIBAWA: SATUAN SAMAPTA POLRES PELABUHAN MAKASSAR GELAR UPACARA ADAT PENYAMBUTAN TAMU KEHORMATAN - SINERGI POLRI DAN BUDAYA BUGIS YANG MENGGETARKAN*

                


*SAKRA & BERWIBAWA: SATUAN SAMAPTA POLRES PELABUHAN MAKASSAR  GELAR UPACARA ADAT PENYAMBUTAN TAMU KEHORMATAN - SINERGI POLRI DAN BUDAYA BUGIS YANG MENGGETARKAN*

*MAKASSAR - IMC NEWS CELEBES -* Mumen yang jarang terlihat dan sangat membanggakan. Di halaman *Satuan Samapta  Polres Pelabuhan Makassar, digelar sebuah upacara penyambutan tamu kehormatan dengan balutan adat Bugis-Makassar yang sangat kental dan sakral.

Ini bukan sekedar seremonial kepolisian biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa Polri di Sulawesi Selatan tidak melupakan akar budayanya.


*1. TARIAN PAJUNG TEDUH & TEDDONG-TEDDONG / BOSARA:*

dua orang wanita cantik memakai *Baju Bodo warna emas dan Lipa Sabbe* corak kotak-kotak Bugis, lengkap dengan *Suntiang / Siger Bugis* di kepala yang berkilauan. Mereka memegang *Bosara*, tempat sirih adat yang menjadi simbol penghormatan tertinggi dalam budaya Bugis. Dalam adat Bugis, Bosara adalah simbol kesucian, penghormatan, dan penerimaan tamu dengan hati yang bersih. Tamu yang disambut dengan Bosara berarti tamu tersebut sangat dimuliakan.

*2. PAYUNG ADAT / TEDDONG-TEDDONG BERHIAS EMAS:*

Yang paling mencuri perhatian adalah *Payung Teduh Adat (Walasoji atau Pajung)* berwarna merah keemasan dengan rumbai-rumbai yang dijunjung tinggi oleh 4 orang personil Polri. Para personil tersebut tidak memakai seragam dinas biasa, melainkan perpaduan seragam Polri dengan *Lipa Sabbe dan Songkok Recca / Passapu* berwarna merah. Ini adalah simbol bahwa Polri melindungi adat, dan adat memayungi Polri. Payung ini dalam tradisi kerajaan Bone dan Gowa hanya digunakan untuk menjemput Raja atau tamu agung.

*3. SATUAN SAMAPTA - GARDA TERDEPAN YANG BERBUDAYA:*

 *SATUAN SAMAPTA - UNIT TURJAWALI, UNIT DALMAS, UNIT PATMOR, UPRC ANGGARA.* Satuan Samapta adalah satuan paling dinamis di Polri, yang tugasnya mengatur, menjaga, mengawal, dan patroli. Namun di Sulsel, mereka menunjukkan sisi lain: sisi humanis dan berbudaya. Mereka yang biasanya gagah dengan tameng dan helm Dalmas, kini dengan khidmat mengusung payung adat.

*4. ANTUSIASME WARGA & PEJABAT:*

Di depan, terlihat masyarakat dan pejabat Polri merekam momen ini dengan HP. Ada yang memakai peci, ada yang berjilbab pink, ada yang memakai baju dinas coklat Polri. Semua mata tertuju pada prosesi. Seorang personil dengan pangkat perwira terlihat menunjuk, mengatur jalannya upacara agar sakral. Suasana di latar belakang ada yang memainkan gendang, menambah magis suasana.

*MAKNA FILOSOFIS: POLRI PRESISI YANG BERAKAR PADA BUDAYA*

Apa yang dilakukan Satuan Samapta ini adalah implementasi nyata dari program *POLRI PRESISI yang Berbudaya.* Di tengah modernisasi kepolisian, mereka tidak ingin tercerabut dari budaya Celebes.

Penyambutan dengan adat seperti ini mengandung pesan:

- Bahwa Polres Pelabuhan Makassar menghormati tamu seperti raja.
- Bahwa keamanan dan budaya tidak bisa dipisahkan. Keamanan yang kokoh harus ditopang oleh budaya yang kuat.
- Bahwa inilah wajah Polri yang dicintai rakyat: Tegas dalam tugas, lembut dalam budaya.

*PENUTUP:*

Upacara adat ini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa di Sulawesi Selatan, modernitas dan tradisi berjalan beriringan. Ketika Sirine UPRC Anggara meraung-raung di jalan menjaga keamanan, di dalam markasnya, alunan gendang adat dan kilauan Bosara tetap dijaga.

*Inilah Celebes yang sebenarnya. Inilah Polri yang sebenarnya.*

*Laporan: Tim Investigasi Budaya & Polri - IMC News Celebes*

*Foto: Dokumentasi Eksklusif Lapangan*
Penulis Museini 
*Editor: Kamal Petta Pabbicara*

*Tagar:* #Samapta #PoldaSulsel #PolriPresisi #BudayaBugis #BajuBodo #Bosara #PayungAdat #IMCNewsCelebes #PolriBerbuday

  

ULDIA CLEB

E REM
o Vra
ido iral ...!. Ibu Subia



o Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

          


I

Posting Komentar

0 Komentar