*TOMMY MAURITS: DITENGAH PERKEMBANGAN ADAT DAN BUDAYA TNS (TEON, NILA, SERUA), KITA HARUS MENJADI GURU BAGI SUKU ADAT LAINNYA DI MALUKU*
*MASOHI, MALUKU TENGAH -* IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE Edisi Khusus Maluku Tengah - Masohi kembali menurunkan laporan mendalam. Kali ini menyoroti pandangan strategis *TOMMY MAURITS* tentang posisi Adat dan Budaya Suku TNS (Teon, Nila, Serua) di tengah derasnya perkembangan adat dan budaya suku-suku lain di Maluku.
Jika Maluku dikenal sebagai Negeri Raja-Raja dengan lebih dari 1.300 negeri adat, maka Suku TNS memiliki cerita yang unik dan heroik. Berasal dari gugusan Pulau Teon, Nila, dan Serua di Maluku Barat Daya yang bermigrasi besar-besaran ke Pulau Seram, khususnya di wilayah Maluku Tengah (Waipia, Yalahatan, Isu, Layeni, dan Masohi), mereka adalah contoh ketahanan budaya yang luar biasa.
Menurut Tommy Maurits, saat ini perkembangan adat dan budaya di Maluku lainnya begitu pesat. Ada yang sudah tercatat di Kemendikbud sebagai Warisan Budaya Takbenda, ada yang sudah menjadi destinasi wisata adat dunia. Pertanyaannya: Di mana posisi TNS?
*TNS JANGAN HANYA MENJADI PENONTON*
"Di tengah perkembangan adat dan budaya TNS dalam perkembangan adat pada suku adat dan budaya lainnya di Maluku, katong dari TNS jangan hanya jadi penonton," tegas Tommy Maurits kepada tim IMC NEWS di Masohi.
"Kita lihat Negeri-negeri adat di Ambon, di Lease, di Banda, di Kei, di Tanimbar, di Aru, semua berlomba-lomba mengangkat adatnya. Mereka punya festival, punya museum, punya sekolah adat. TNS juga punya itu, bahkan lebih. Kita punya bahasa TNS yang khas, kita punya Tarian Cakalele TNS, Tarian Lenso, kita punya Pela, kita punya kain tenun TNS yang motifnya tidak ada di tempat lain, kita punya ritual adat Bakar Batu, Sasi, dan adat pela gandong versi TNS. Ini kekayaan yang belum digali maksimal."
*3 AGENDA BESAR TOMMY MAURITS UNTUK TNS*
Dalam Edisi Khusus ini, Tommy Maurits memaparkan 3 agenda besarnya sebagai putra TNS dan sebagai bagian dari IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE Biro Maluku Tengah:
*1. Konsolidasi Adat TNS se-Maluku Tengah*
Menyatukan semua tetua adat Teon, Nila, Serua yang tersebar di Seram Bagian Selatan, Seram Utara, hingga Ambon untuk membuat satu Dewan Adat Besar TNS. Tujuannya agar adat TNS memiliki satu suara yang kuat ketika berhadapan dengan perkembangan adat suku lain.
*2. Digitalisasi dan Dokumentasi Budaya*
Banyak budaya suku lain di Maluku sudah terdokumentasi rapi di YouTube, di buku, di jurnal. Budaya TNS belum. Bersama IMC NEWS, Tommy Maurits akan memulai program Dokumentasi Digital Budaya TNS - merekam semua tutur adat, bahasa, nyanyian, dan ritual adat agar tidak punah dan bisa menjadi pelajaran bagi generasi.
*3. Kolaborasi, Bukan Kompetisi*
Tommy menekankan, perkembangan adat TNS harus dilihat sebagai kolaborasi dengan suku adat lain, bukan kompetisi. "Kalau budaya Ambon maju dengan Pukul Sagu, budaya TNS maju dengan Bameti dan Tenunnya. Kalau budaya Kei maju dengan hukum Larvul Ngabal, TNS maju dengan hukum adatnya sendiri. Kita saling belajar, saling menguatkan. Itu Maluku yang sesungguhnya - satu hati banyak negeri, satu gandong banyak suku."
*IMC NEWS JADI WADAH*
IMC NEWS - CELEBES MAGAZINE Edisi Khusus Maluku Tengah - Masohi dengan cover *TOMMY MAURITS* dan tagline *"LESTARIKAN ADAT DAN BUDAYA MALUKU TENGAH"* menjadi wadah pertama yang secara serius mengangkat isu ini.
Redaksi menilai, apa yang disampaikan Tommy Maurits adalah panggilan untuk bangkit. Bahwa di tengah gempuran modernisasi dan persaingan budaya antar suku di Maluku, Suku TNS harus menemukan kembali jati dirinya dan berani tampil sebagai tuan rumah di tanah Maluku Tengah.
"Menjaga Warisan, Memperkuat Identitas, Mewariskan Untuk Generasi bukan hanya untuk satu suku, tapi untuk semua suku adat di Maluku. Dan TNS harus menjadi garda terdepan," tutupnya.
Edisi Majalah ini akan dibagikan kepada seluruh Saniri Negeri Adat TNS, Dinas Kebudayaan Maluku Tengah, dan tokoh adat se-Maluku Tengah.
*Penulis: Tim Redaksi IMC NEWS CELEBES MAGAZINE - Biro Maluku Tengah, Masohi*
*Editor: KAMAL PETTA PABBICARA Pimpinan Umum IMC NEWS*
5









0 Komentar