*Masa Kejayaan Raja Balusu: Damai, Makmur, dan Melawan Penjajah* *Menelusuri Silsilah Kerajaan Balusu (Soppeng Riaja), Barru*

           Mengungkap fakta sejarah adat, budaya Bugis Makassar.

Foto Mustafa Kamal: pemerhati sejarah, adat, budaya Bugis Makassar dan Situs Purbakala Sulawesi Selatan 

*BARRU, http://IMCNews.co.id* – Kerajaan Balusu atau dikenal juga sebagai _Soppeng Riaja_ merupakan salah satu kerajaan penting di pesisir barat Sulawesi Selatan yang kini masuk wilayah Kabupaten Barru. Masa kejayaan kerajaan ini tercatat pada akhir abad ke-19 di bawah kepemimpinan *Andi Muhammad Saleh Daeng Parani*, yang bergelar *Petta Sulle Datue* atau *Baso Balusu*.

Memerintah tahun *1889-1905*, masa Andi Muhammad Saleh dikenal sebagai periode emas Balusu. “Dimasa pemerintahan Muhammad Saleh, rakyat Balusu hidup tenang damai, hasil pertanian dan perkebunan melimpah. Selain mengayomi rakyat, Baginda dikenal dermawan, sehingga disuka oleh rakyat”. 

*Silsilah Raja Balusu: Dari Tomanurung Hingga Petta Sulle Datue*

1. *Cikal Bakal: Tomanurung dari Soppeng*

   Wilayah Balusu awalnya bagian dari Kerajaan Nepo. Setelah muncul _Tomanurung_ dari Soppeng, Balusu memisahkan diri dan membentuk kerajaan sendiri.

2. *Ratu Pertama: We Tenri Kaware (1765-1820)*

   Rakyat Balusu tidak lagi sudi diperintah keturunan Gowa. Ketua adat meminta Datu Soppeng mengirim keturunannya. Karena semua putra Datu Soppeng sudah memangku jabatan, diutuslah putrinya *We Tenri Kaware* menjadi Ratu Balusu. Sejak itu Balusu jadi _palili_ atau vasal Kerajaan Soppeng.

3. *Labandu Arung Balusu (1859-1889)*

   Putra We Tenri Kaware, *Labandu*, menggantikan ibunya tahun 1859 dan memerintah 30 tahun hingga wafat.

4. *Puncak Kejayaan: Andi Muhammad Saleh Daeng Parani / Baso Balusu (1889-1905)*

   Putra Labandu ini membawa Balusu ke masa makmur. Ia membangun 3 istana: _Saoraja Mattanru_ di Lapasu, _Saoraja Lapinceng_ di Buludua yang masih berdiri, dan _Saoraja Lamacang_ sebagai markas pertahanan. Ia juga memimpin pasukan Balusu membantu Soppeng mengalahkan Sidenreng di Maccile.

5. *Akhir Kerajaan: 1910*

   Setelah perlawanan ke Belanda, Petta Sulle Datue menyerah dan diangkat kembali jadi raja, namun benda pusaka disita Belanda kecuali Keris Lamba Belo. Ia wafat 1910 sebagai Raja Balusu terakhir. 

*Asal Nama & Hubungan Kerajaan Besar*

Nama _Balusu_ berasal dari sejenis bekicot laut yang banyak di perairan Balusu. Awalnya Balusu adalah _lili_ dari Ajatappareng dengan raja silih berganti dari turunan Bone, Soppeng, Wajo, dan Gowa. Islam masuk sekitar 1619, Balusu lalu memisahkan diri dari Ajatappareng. 

Tahun 1905, Belanda melebur kerajaan-kerajaan _lili_ termasuk Balusu. _Zelfbestuur_ Soppeng Riaja dihapus dan dilebur ke Kabupaten Barru, mengakhiri riwayat Kerajaan Balusu. 

*Peninggalan*

_Saoraja Lapinceng_ di Buludua masih berdiri jadi saksi sejarah perlawanan Baso Balusu ke Belanda. 

*Penulis: Mustafa Kamal Tim IMC News*

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o VralIu Ini

ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan



       




Posting Komentar

0 Komentar