Mustafa Kamal: Balla Lompoa Barombong: Jejak Kerajaan Barombong dan Silsilah Lamakkarumpa Daeng Parani Hingga Inannu Kr Lakiung.

          Mengupas Fakta Sejarah Bugis Makassar


( Doc IMC News, Foto: Mustafa Kamal Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Sulawesi Selaran saat Ziarah di Makam Lamakkarumpa Dg.Parani Raja Tallo- Ke-18 di Kabupaten Barru Sulsel)

*Makassar IMC News Celebes Magazine – Balla Lompoa Barombong kembali menjadi sorotan sebagai salah satu peninggalan sejarah penting di wilayah pesisir Gowa-Makassar. Bangunan yang berstatus kediaman pribadi ini menyimpan jejak panjang kerajaan Barombong yang terhubung langsung dengan garis keturunan Lamakkarumpa Daeng Parani hingga Inannu Kr Lakiung.

Balla Lompoa Barombong, Simbol Kerajaan Pesisir.

Balla Lompoa Barombong terletak di Kelurahan Tamanyeleng, Kecamatan Barombong, Kab. Gowa. Dalam struktur adat Makassar, Barombong merupakan salah satu wilayah kekuasaan yang memiliki kedudukan penting dalam jaringan kerajaan pesisir Sulawesi Selatan.

 Balla Lompoa Barombong hingga kini masih difungsikan sebagai rumah adat keturunan bangsawan Barombong.

Silsilah: Dari Lamakkarumpa Daeng Parani ke Inannu Kr Lakiung
Berdasarkan catatan ziarah keturunan Baso’ Kr Barombong dan I Nannu Kr Lakiung, garis keturunan yang terkait dengan Balla Lompoa Barombong dapat ditelusuri sebagai berikut: 

1. *Lamakkarumpa Daeng Parani Aung Lipukasi* – Tokoh leluhur yang dimakamkan di Barru. Ia menikah dengan *Basse Kr. Suangga*.
2. *I Nannu Kr. Lakiung* – Putri dari Lamakkarumpa Daeng Parani dan Basse Kr. Suangga.
3. *I Nannu Kr. Lakiung* menikah dengan *Baso’ Kr. Barombong*. Dari pernikahan ini lahir dua anak:
   - *Mappainga Kr. Mampang*
   - *Kalsum Kr. Bonto Mate’ne* yang tidak memiliki keturunan.
4. *Mappainga Kr. Mampang* menikah dengan *Kr. Merana*, melahirkan:
   - *Basse Kr. Kebo’*
   - *Patjo Kr. Tombong*
5. *Patjo Kr. Tombong* menikah dengan *Fatimah Dg. Baji* dan *Dalima Dg. Ngugi*. Dari istri pertama lahir 8 anak, istri kedua 7 anak.
6. Dari istri pertama, lahir *A. Syafiuddin Kr. Serang*, ayah dari *Andi Aminah Candrakasih Daeng Karaeng*. 

Garis keturunan ini menempatkan Inannu Kr Lakiung sebagai penghubung langsung antara trah Lamakkarumpa Daeng Parani dengan kerajaan Barombong.

Hubungan dengan Daeng Parani Luwu
Perlu dibedakan bahwa *Lamakkarumpa Daeng Parani* dalam silsilah Barombong berbeda dengan *Opu Daeng Parani* dari “Lima Bersaudara Bugis Luwu” yang hidup sekitar abad ke-18 dan dikenal di Riau-Johor. Namun, dalam tradisi lisan Sulawesi Selatan, gelar “Daeng Parani” sering digunakan berulang pada garis keturunan bangsawan lokal sebagai penghormatan kepada leluhur besar Bugis-Luwu. 

Pentingnya Pelestarian
Tokoh keturunan menyebut bahwa pelestarian Balla Lompoa Barombong penting untuk menjaga ingatan sejarah dan memperkuat identitas budaya Barombong. “Kami hadir untuk ziarah dan menyambung silaturahmi dengan leluhur, agar generasi muda tidak lupa asal-usulnya,” ungkap 
Mustafa Kamal Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Sulawesi Selaran saat ziarah ke makam leluhur di Barru.

Pihak keluarga berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan Balla Lompoa Barombong sebagai cagar budaya agar jejak sejarah kerajaan Barombong dan silsilahnya tetap terjaga.(Bersambung)

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar