Mustafa Kamal: Nepo satu-satunya kerajaan di dunia yang tercatat pernah dipimpin 40 raja sekaligus.

          Mengupas Fakta Sejarah Bugis Makassar

Mustafa Kamal: Nepo satu-satunya kerajaan di dunia yang tercatat pernah dipimpin 40 raja sekaligus..

Mustafa Kamal: Nepo satu-satunya kerajaan di dunia yang tercatat pernah dipimpin 40 raja sekaligus.

Kerajaan Nepo punya sistem unik: awalnya dipimpin *40 raja sekaligus* yang disebut *Arung Patappuloe* atau "Raja Empat Puluh". 40 raja ini memerintah bersamaan*, bukan berurutan. Mereka satu rumpun keluarga, keturunan *Puang Pitue*. 

Berikut yg Nama lengkap 40 orangnya tidak tercatat semua di lontara*. Yang selamat di catatan hanya beberapa nama saja. Sisanya hilang karena tradisi lisan dan lontara yang tidak lengkap. 

Nama yang tercatat di Lontara Nepo

*Kelompok Arung Patappuloe yang masih dicatat*:

1. Arung Talabangi 

2. Arung Pacciro

3. Arung Tagulici / Taggilitta

4. Arung Pabiungeng / Pabbiungngeng

5. Arung Latunreng / Lattureng

6. Arung Langélo

7. Arung Masiku / Massikku

8. Arung Ngonynyi / Ngatappa

9. Arung Marowanging / Maroanging

10. Arung Dusu / Dusung

11. Arung Atapang

12. Arung Cimpu

13. Arung Ngatappa


Sumber lain menyebut juga: Arung Patappuloe secara umum, tanpa nama individu. 

Raja-raja setelah Arung Patappuloe


Setelah sistem 40 raja berakhir, Nepo dipimpin raja tunggal secara berurutan:

1. *Arung La Bongo* / Labongngo – putra Datu Suppa, raja pertama sistem tunggal 

2. *Arung I Timang Ratu*

3. *Arung La Makkaraka* / Lamarakka

4. *Arung La Passampoi*

5. *Arung La Pabbiseang* / Lappabbiseang

6. *Arung La Ippung*

7. *Arung La Solong* / Lasolong

8. *Arung Laica* / La Lea

9. *Arung I Messang* / Imessang

10. *Arung I Simatanah* / I Simatana

11. *Arung Singkeruka* / La Singkerukka

12. *Arung I Makung* / Imakung

13. *Arung La Calo* – raja terakhir Nepo/Mallusetasi, berakhir 1960 saat Barru jadi kabupaten 

Kenapa daftar 40 nama lengkap tidak ada?


Lontara Nepo menulis: _"Dahulu di Nepo ada empat puluh 40 arung, mereka bersama-sama mengatur jalannya pemerintahan... Mereka yang masih dicatat namanya dalam lontara ialah..."_.

Artinya, penulis lontara sendiri hanya bisa mencatat sebagian nama. Sisanya hilang seiring waktu. 

Buku “Kerajaan Nepo: Sebuah Kearifan Lokal” oleh A. Rasyid Asba juga bilang hal yang sama. 

*Jadi jawabannya:*

Daftar lengkap 40 nama tidak tersedia di sumber sejarah yang ada. Yang bisa dipastikan cuma 13 nama di atas, plus 13 nama Arung Patappuloe yang tercatat sebagian.

Tabel silsilah dari Puang Pitue → Arung Patappuloe → La Bongo → sampai La Calo 

ini silsilah Kerajaan Nepo dari awal sampai berakhir.:

1. *Awal Mula: Garis Puang Pitue*

1 **Baso Tungke** Raja pertama Nepo. Dijuluki "Batara Tungke". Istri: Daeng Palaguna. Ayah Puang Pitue

2 **Puang Pitue** "Tujuh Orang Mulia". Anak Baso Tungke. Memimpin Nepo bersama 6 saudaranya

3 **Arung Patappuloe** Keturunan Puang Pitue. Berjumlah 40 orang. Memerintah bersamaan. Gelar "Raja Empat Puluh"

2. *Arung Patappuloe yang Namanya Tercatat*

Mereka memerintah bersamaan, sekitar abad 14-15. Hanya beberapa nama yang selamat di lontara:

1 Arung Talabangi

2 Arung Pacciro

3 Arung Taggilitta

4 Arung Pabbiungngeng

5 Arung Lattureng

6 Arung Langello

7 Arung Massikku

8 Arung Cimpu

9 Arung Maroanging

10 Arung Dusung

11 Arung Ngatappa

12 Arung Atapang

13 Arung Ngonynyi

Catatan: Sistem ini unik. Nepo satu-satunya kerajaan di dunia yang tercatat pernah dipimpin 40 raja sekaligus.

3. *Raja Tunggal Nepo Setelah Arung Patappuloe*

Setelah sistem 40 raja bubar, Nepo dipimpin raja tunggal secara turun temurun:

No Nama Raja Keterangan

1 **Arung La Bongo** Putra Datu Suppa. Raja pertama sistem tunggal. Awal abad 16

2 **Arung I Timang Ratu**

3 **Arung La Makkaraka**

4 **Arung La Passampoi**

5 **Arung La Pabbiseang**

6 **Arung La Ippung**

7 **Arung La Solong**

8 **Arung Laica**

9 **Arung I Messang**

10 **Arung I Simatanah** Nama asli: Andi I Simatana. Ratu Nepo

11 **Arung Singkeruka**

12 **Arung I Makung**

13 **Arung La Calo** Raja terakhir. Berakhir 1960 saat Mallusetasi dilebur jadi Kab. Barru

4. *Catatan Penting*

- *Puang Pitue* tidak punya makam. Masyarakat percaya mereka "moksa" atau hilang tanpa jejak.

- *Arung Patappuloe* memerintah bersamaan, jadi tidak ada urutan nomor 1-40 yang pasti. Mereka punya tugas wilayah masing-masing dalam satu kerajaan.

- Setelah La Calo, sistem kerajaan dihapus. Wilayah Nepo masuk Kecamatan Mallusetasi, Kab. Barru.

Sumber utama: Lontara Nepo, buku "Kerajaan Nepo: Sebuah Kearifan Lokal" oleh A. Rasyid Asba, dan Wikipedia Kerajaan Nepo.

Peta wilayah kekuasaan masing-masing Arung Patappuloe?  meski catatan nama + wilayah masing-masing Arung Patappuloe di lontara  tidak lengkap. Yang ada cuma pola sistemnya dan beberapa contoh wilayah.

1. *Sistem Wilayah Arung Patappuloe*

Sistem 40 raja ini unik:

- *Satu wilayah kerajaan Nepo dibagi 40*, tapi tetap jadi satu kesatuan c50f

- *Setiap arung punya daerah otonom* sendiri untuk urusan pemerintahan, teritori, dan pengelolaan SDA 

- *Pemukiman mereka sering berpindah* karena kalah dengan arung lain. Ada yang pindah ke gunung, ada yang ke lereng

- Setelah sistem berubah jadi raja tunggal, wilayahnya dibagi tetap. Tiap arung punya wilayah kekuasaan yang jelas

2. *Wilayah yang tercatat terkait Arung Patappuloe*

Nama-nama berikut muncul di lontara dan dikaitkan dengan wilayah/dusun di Nepo sekarang:

Nama Arung Wilayah/Dusun Terkait Sekarang

**Arung Talabangi** -

**Arung Pacciro** -

**Arung Taggilitta** -

**Arung Pabbiungngeng** -

**Arung Lattureng** -

**Arung Langello** -

**Arung Massikku** -

**Arung Cimpu** **Dusun Cimpu**, Desa Nepo

**Arung Maroanging** -

**Arung Dusung** -

**Arung Ngatappa** -

**Arung Atapang** -

**Arung Ngonynyi** **Manuba/Onyi**

e2e369e5

Catatan: Banyak nama dusun di Desa Nepo sekarang diduga berasal dari nama arung. Contoh: Dusun Cimpu, Dusun Mareppang, Dusun Pakka, Dusun Bojoale 

3. *Cakupan Wilayah Kerajaan Nepo Saat Itu*

Saat dipimpin Arung Patappuloe, wilayah Nepo membawahi beberapa akkarungeng kecil:

- *Manuba* / Onyi.

- *Mareppang*

- *Palanro*

Wilayah ini sekarang masuk *Kecamatan Mallusetasi, Kab. Barru*.

Batas Desa Nepo sekarang:

- Utara: Kab. Sidrap 

- Selatan: Desa Manuba

- Timur: Kab. Soppeng

- Barat: Kel. Palanro

4. *Kenapa detail wilayah per arung hilang*

Lontara menyebut: _"Mereka yang masih dicatat namanya dalam lontara ialah..."_. Artinya penulis lontara sendiri hanya bisa mencatat sebagian. Sisanya hilang karena:

1. Sistem 40 raja bubar sekitar abad 16 saat La Bongo diangkat.

2. Banyak lontara rusak/hilang

3. Pemukiman arung sering berpindah.

*Kesimpulan*:

Kita tahu setiap Arung Patappuloe punya wilayah otonom sendiri di area Nepo-Mallusetasi sekarang, tapi peta lengkap "Arung A menguasai Dusun X" nggak ada di sumber yang tersedia. Yang selamat cuma jejak nama dusun seperti Cimpu, Manuba, Mareppang, Palanro.

(Bersambung)

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar