Sejarah Arung Jonjong Barru, kaitan kekerabatan dengan Kerajaan Gowa, dan silsilah keturunan bangsawan Barru.

       Ungkap Fakta Sejarah Bugis Makassar

Mustafa Kamal: Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Sulawesi Selaran



Mustafa Kamal: Pemerhati Sejarah, Adat, budaya Bugis Makassar & situs Purbakala Sulawesi Selatan. 

Makassar, IMC News Celebes Magazine - 

Arung Jonjong Barru kembali disebut dalam kajian sejarah lokal sebagai salah satu tokoh yang merepresentasikan kekerabatan antara Kerajaan Barru dan Kerajaan Gowa. Hubungan ini terbentuk melalui jalur perkawinan bangsawan yang menjadi ciri khas diplomasi kerajaan di Sulawesi Selatan abad 16-18.

Asal-Usul Kerajaan Barru: 

Menurut Patturiolong dan lontara Barru, nama “Barru” berasal dari kata Aju, pohon rumbia yang tumbuh di Bukit Ajarenge. Kerajaan ini dirintis oleh Puang Ri Bulu Puang Ri Cempa dari Luwu, lalu dilanjutkan oleh La Sarewo putra Manurungnge ri Jangang-jangangnge sebagai Raja Barru I sekitar tahun 1311.

Barru kemudian berkembang menjadi dua wilayah: Barru Riaja di pegunungan dan Barru Rilau di pesisir. Pembagian ini terjadi pada masa Arung Matinroe ri Daung Lesang Raja Barru.

Hubungan Kekerabatan dengan Gowa, 

Barru-Gowa diperkuat melalui perkawinan politik.

 Beberapa catatan mencatat: Matinroe ri Gamaccana,  Raja Barru XV dan perempuan pertama yang memerintah Barru, menikah dengan anak Raja Gowa We Tenripada, Raja Barru XXII, menikah dengan anak Raja Gowa Patimatarang. Ia juga membangun masjid pertama di Mangempang dan wafat di Gowa 

Batari Tojang, Raja Barru XVI, adalah putri dari Malingkaan Daeng Nyonri Karaeng Katangka Sultan Idris Raja Gowa ke-33I

-Rakkia Karaeng Agangjini Arung Barru, menikah dengan I-Mappaurangi Karaeng Kanjilo Sultan Gowa dan Tallo.

Perkawinan ini menjadikan Barru sebagai sekutu sekaligus keluarga dekat Gowa dalam menyebarkan Islam dan memperluas pengaruh politik di pesisir barat Sulawesi.

Silsilah Singkat Arung Jonjong Barru

Garisan keturunan yang terkait dengan Arung Jonjong Barru menurut lontara dan catatan keturunan adalah:

Raja Barru I, 

putra Manurungnge ri Jangang-jangangnge Matinroe ri Duajenna, Raja Barru IX, periode 1501-1526.

To Appasawe Matinrowe ri Agamana, Raja Barru XI, menikah dengan Sitti Halijah Arung Paopao, putri La Maddusila Raja Tanete ke-16

Baso Mangempang Karaeng Bontosunggu,

 Raja Barru XIII, putra To Patarai Sumangngarukka.

Makkarau Petta Bettang Matinrowe ri TanamaridiE,  Raja Barru XV, putra Baso Mangempang

Andi Djonjo Karaeng Lembangparang,Arung Barru modern, ayah dari Andi Hasanudin Petta Tawang, ketua adat Barru 2014.

Arung Jonjong Barru disebut sebagai salah satu gelar yang melekat pada garis keturunan ini, menandakan kedudukan sebagai pemegang adat di wilayah Jonjong, Barru Barat.

Makna Historis

Sejarawan lokal menyebut kekerabatan Barru-Gowa sebagai contoh diplomasi damai kerajaan Sulawesi Selatan. Melalui pernikahan, dua kerajaan yang awalnya berbeda, asal Barru dari Luwu dan Gowa dari Makassar  menjadi satu jaringan politik dan budaya.

“Tanpa perkawinan itu, Islam mungkin tidak masuk ke Barru secepat itu. Raja Barru XI gugur melawan pasukan Gowa karena menolak Islam, tapi generasi berikutnya justru menikah dengan keluarga Gowa,” jelas Andi M. Irvan Zulfikar dalam tulisan Sejarah Ringkas Kerajaan Barru

Pelestarian

Saat ini, keturunan Arung Jonjong Barru masih aktif menjaga situs adat dan lontara keluarga. Pemerintah Kabupaten Barru diharapkan dapat memasukkan situs-situs terkait ke dalam daftar cagar budaya agar jejak sejarah Barru-Gowa tidak hilang.

Sumber: Lontara Kerajaan Barru, Ettapedia.org, Repository IAIN Parepare, dan catatan Andi M. Irvan Zulfikar.(Bersambung)     

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar