*Mengenal Kuburan Kuno Jerae di Manuba, Mallusetasi Barru: Peziarah dari Gowa, Maros, Pangkep Tak Pernah Sepi*

             

*Foto: Kompleks Makam Kuno Jerae Manuba / Dok. IMC News*


*BARRU, http://IMCNews.co.id* – Di balik rimbunnya pepohonan di Desa Manuba, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, tersimpan situs religi yang sudah ratusan tahun jadi tujuan ziarah: *Kuburan Kuno Jerae*.

Kompleks makam tua ini ramai dikunjungi peziarah, terutama dari Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkep. Setiap malam Jumat dan bulan-bulan tertentu, puluhan hingga ratusan orang datang memanjatkan doa.

*Siapa Tokoh di Makam Jerae?*  
Menurut tokoh adat setempat, *H. Made Ali*, Makam Jerae diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir ulama atau bangsawan penyebar Islam di pesisir Barru pada abad ke-17. Namanya tidak tercatat pasti di lontara, namun warga menyebutnya “Puang Jerae”.

“Orang-orang tua dulu bilang, beliau salah satu guru yang bawa syiar Islam dari Gowa ke pesisir Mallusetasi. Makanya banyak keturunannya di Gowa, Maros, Pangkep yang datang napak tilas ke sini,” ujar H. Made, Jumat 6/6/2026.

*Tradisi Ziarah Turun-temurun*  
Dg. Sija, juru kunci Makam Jerae, menyebut peziarah biasanya membawa air, dupa, dan lontar doa. Mereka yakin berdoa di Jerae bisa jadi wasilah terkabulnya hajat, mulai dari minta keturunan, kesembuhan, hingga kelancaran rezeki.

“Yang datang bukan cuma dari Barru. Tiap minggu pasti ada mobil plat DD, plat DP. Apalagi kalau mau Maulid atau masuk bulan Rajab, bisa sampai ratusan orang semalam,” jelasnya.

Salah satu peziarah asal Maros, *Syarifuddin Dg. Talli*, mengaku sudah 20 tahun rutin ke Jerae. “Ini pesan orang tua. Katanya nenek kami dulu belajar agama sama Puang Jerae. Jadi kami ke sini kirim doa, ziarah,” katanya.

*Akses & Kondisi Makam*  
Makam Kuno Jerae berada di atas bukit kecil, sekitar 3 km dari Jalan Trans Sulawesi poros Barru-Parepare. Jalan menuju lokasi sudah beton, namun area makam masih sangat alami. Terdapat 7 nisan kuno berbatu andesit, dengan ukuran lebih besar dari nisan biasa. 

Pemerintah Desa Manuba berharap situs ini bisa jadi wisata religi resmi. “Kita sudah usulkan ke Disbudpar Barru agar Jerae masuk cagar budaya. Kalau dikelola baik, bisa bantu ekonomi warga sekitar,” kata *Kades Manuba, Andi Sukmawati*.

*Jaga Adab dan Kebersihan*  
Tokoh agama setempat mengingatkan peziarah agar menjaga adab ziarah. Tidak boleh meminta langsung ke kuburan, cukup bertawassul dan berdoa kepada Allah SWT. Warga juga diminta tidak tinggalkan sampah di area makam.

“Ziarah itu mengingat mati dan mendoakan ahli kubur. Jangan sampai syirik,” pesan Ustadz Baharuddin, imam Desa Manuba.

*Penulis: Bastu* Tim redaksi IMC News Kabupaten Barru
Editor,: Mustafa Kamal

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar