*Tambang Ilegal: Keuntungan Cepat di Depan Mata, Kebutuhan Hidup Anak Cucu di Ujung Tanduk*

            


*Tambang Ilegal: Keuntungan Cepat di Depan Mata, Kebutuhan Hidup Anak Cucu di Ujung Tanduk*

*

*Barru, http://IMCNews.id* – Maraknya *tambang ilegal* atau PETI di berbagai daerah Indonesia jadi dilema pelik. Di satu sisi negara rugi, lingkungan rusak. Di sisi lain, ribuan kepala keluarga makan dari situ. IMC News bedah pakai kacamata _Jurnalisme Solusi_.

*Jurnalisme Solusi: Bukan Menghakimi, Tapi Mengurai Benang Kusut*

*1. Sisi "Keuntungan": Cuan Cepat, Solusi Mendesak*  
Kenapa warga tetap ke tambang ilegal? Karena 3 hal ini:
1. *Lapangan kerja*: 1 titik PETI bisa menghidupi 50-200 KK. Kuli angkut, tukang gali, pemilik alat, warung, ojek. Uang cash harian.
2. *Ekonomi lokal berputar*: Warung laku, bengkel rame, kos-kosan penuh. Daerah yang dulu sepi jadi hidup. 
3. *Akses mudah*: Izin resmi ribet, mahal, lama. Sementara perut lapar nggak bisa nunggu. "Yang penting anak bisa sekolah besok" kata salah satu penambang.

*2. Sisi "Kebutuhan": Kerugian Jangka Panjang*  
Tapi keuntungan hari ini, dibayar mahal besok:
1. *Lingkungan hancur*: Lubang menganga, sungai keruh + merkuri, tanah longsor. Data KLHK: 3.2 juta ha lahan kritis akibat tambang. Anak cucu kehilangan air bersih + lahan tani.
2. *Negara rugi*: PNBP + pajak hilang miliaran/tahun. Jalan rusak, jembatan ambrol karena truk ODOL. Yang benerin APBN = uang rakyat.
3. *Risiko nyawa*: Tiap tahun puluhan penambang tertimbun, keracunan gas. Nggak ada BPJS, nggak ada asuransi. Keluarga ditinggal utang.
4. *Konflik sosial*: Rebutan lahan, premanisme, aparat vs warga. Kesenjangan makin lebar: yang kaya makin kaya, yang miskin tetap jadi kuli.

*3. Catatan IMC News: Jangan Cuma Ditertibkan, Tapi Kasih Jalan Keluar*  
Menggusur tanpa solusi = memindahkan masalah. IMC News usulkan 3 langkah:

*A. Untuk Pemerintah:*  
1. *Legalkan yang bisa dilegalkan*: Percepat WIUPR + IPR untuk rakyat. Koperasi tambang rakyat lebih baik daripada PETI liar. 
2. *Tindak bandar, bukan kuli*: Sikat mafia alat berat + penadah. Kuli kecil butuh kerja alternatif.
3. *Reklamasi wajib*: Siapapun yang gali, wajib tutup lubang + tanam kembali. Dana reklamasi jangan cuma jadi tulisan.

*B. Untuk Masyarakat:*  
1. *Hitung untung-rugi jangka panjang*: Cuan 500rb/hari hari ini, tapi sungai mati 10 tahun ke depan. Anak mau minum air apa? 
2. *Beralih pelan-pelan*: Ada potensi wisata, pertanian, perikanan pasca tambang? Mulai rintis dari sekarang, jangan tunggu tambang habis.

*Penutup IMC News:*  
Tambang ilegal lahir dari 2 hal: *kemiskinan + lemahnya pengawasan*. Selama perut masih lapar dan izin masih sulit, PETI akan tetap ada. 

Jadi solusinya bukan cuma "sikat habis", tapi "kasih kerja yang halal + lingkungan yang lestari". Karena yang kita jaga bukan cuma batu bara hari ini, tapi air dan tanah untuk anak cucu.

*Penulis: Anis, Bastu Tim Redaksi Pemberitaan IMC News
*Editor: Mf Kamal*

Vr


u In
oiral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

  


Posting Komentar

0 Komentar