*Peran Penting Kehadiran Orang TNS di Kota Masohi: Jaga Adat Gotong Royong dan Pela Gandong*

       


   Foto: Tarian Cakalele pemuda TNS di acara HUT Kota Masohi / Dok. IMC News*



*MASOHI, http://IMCNews.co.id* – Kehadiran masyarakat TNS atau *Teon, Nila, dan Sarua* di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, memberi warna tersendiri dalam kehidupan sosial dan budaya. Orang TNS dikenal kuat memegang adat gotong royong _masohi_ serta prinsip _Pela Gandong_ yang mempersatukan.

TNS adalah sebutan untuk masyarakat asal tiga negeri di Pulau Seram Bagian Barat: Teon, Nila, dan Sarua. Sejak konflik kemanusiaan 1999–2002, sebagian besar warga TNS mengungsi dan menetap di Kota Masohi.

*1. Hidupkan Budaya Gotong Royong “Masohi”*  
Ketua Ikatan Keluarga TNS Masohi, *Daniel Sarlota*, mengatakan nilai _masohi_ atau kerja bersama tanpa pamrih masih dihidupkan orang TNS di perantauan. 

“Kalau ada duka, katong baku bantu gali kubur. Kalau bangun rumah ibadah, semua turun tangan. Itu _masohi_ yang katong bawa dari Teon, Nila, Sarua,” ujar Daniel saat ditemui di Negeri Lama, Masohi, Senin 9/6/2026.

Tradisi _masohi_ orang TNS ikut memperkuat solidaritas antarwarga Masohi yang majemuk. Saat banjir awal 2026 lalu, pemuda TNS bersama warga lain membersihkan drainase dan dapur umum tanpa diminta.

*2. Jaga Prinsip Pela Gandong di Tanah Rantau*  
Orang TNS di Masohi juga tetap mempraktikkan _Pela Gandong_, ikatan persaudaraan antarnegeri di Maluku. Meski jauh dari tanah leluhur, mereka merawat hubungan _pela_ dengan Negeri Amahai, Haruku, dan Saparua yang ada di Masohi.

“Beta orang Nila, tapi beta punya _pela_ deng Amahai. Kalau Amahai bikin acara, katong TNS wajib hadir bantu. Begitu juga kalau katong susah, dong datang. Itu _Pela Gandong_ seng boleh putus,” kata *Martha Tehupeiory*, tokoh perempuan TNS.

Camat Kota Masohi, *Dominggus Samal*, mengapresiasi peran TNS. “Pela Gandong itu perekat sosial. Kehadiran orang TNS bantu Masohi tetap damai. Konflik kecil cepat selesai karena ada adat yang bicara,” ucapnya.

*3. Kontribusi Ekonomi dan Pendidikan*  
Secara ekonomi, warga TNS banyak bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan pedagang di Pasar Binaya Masohi. Mereka dikenal ulet dan jujur. 

Di bidang pendidikan, anak-anak TNS banyak yang jadi guru dan ASN. “Katong ajar anak harus sekolah. Dari hutan Sarua, katong bisa jadi dokter, insinyur. Tapi adat jangan lupa,” tutur *Pdt. Y. Loppies*, tokoh agama TNS.

*Harapan: Negeri TNS Bisa Dibangun Kembali*  
Meski sudah 20 tahun lebih di Masohi, kerinduan ke tanah leluhur tetap ada. “Harapan katong, Teon, Nila, Sarua bisa dibangun lagi. Tapi selama di Masohi, katong tetap jadi warga yang baik, jaga _Pela Gandong_,” tutup Daniel Sarlota.

*Penulis: Tommy Maurits*  
*Editor: Mustafa Kamal Anis Andriyadi*

Pewarta : .  Anis Andriady/Bastu 

Editor     :  Kamal/ANS7

o Vra
ido iral ...!. Ibu Subiao Berantas Bos

lestarikan Adat Dan Budaya Sulawesi Selatan

Posting Komentar

0 Komentar